DWI AGUS/RADAR JOGJA
BUTUH NGEKSIS: Satu dari 80 karya yang dipajang dalam pameran Move Art #1 di Tahun Mas Art Room, Kasongan Bantul. Pameran tersebut didominasi seniman baru di Jogjakarta.
BANTUL – Dunia seni rupa seakan tak pernah berhenti. Perkembangan dari waktu-waktu terus mengalami pening-katan. Baik itu seniman dengan basis akademisi maupun seniman otodidiak. Dinamika pertumbuhan ini tentunya wajib diimbangi dengan ruang akses berpameran.Seniman sekaligus akademisi Timbul Raharjo menilai, dunia seni rupa Jogja-karta tidak ada hentinya. Setiap hari akan lahir seniman-seniman baru dengan karya yang beragam. Tentunya para se-niman ini perlu wadah untuk eksistensi dalam dunia seni. “Bicara tentang seniman yang lahir setiap harinya tentu banyak. Tapi tidak semua berani tampil dan mendapatkan kesempatan unjuk karya. Tentunya ini perlu kesadaran dari masing-masing seniman. Berkarya bukan hanya untuk diri sendiri, tapi dinikmati khalayak luas,” kata Timbul, kemarin (18/1).

Demikian pula dengan ruang pamer atau galeri di Jogjakarta, juga terus ber-tambah. Menurutnya, ini yang perlu dimanfaatkan para seniman. Mereka harus aktif mencari informasi tentang jadwal pameran. Selanjutnya, bisa me-nyusun agenda pameran tunggal ataupun pameran kolektif. Termasuk yang ter-saji dalam pameran Move Art #1 di Tahun Mas Art Room, Kasongan Bantul. Pameran tersebut menyajikan lebih dari 80 karya seni rupa. Mulai karya dua dimensi hingga karya tiga dimensi. Uniknya seniman yang terlibat dalam pameran ini tergolong baru. “Seniman yang terlibat dalam pameran ini sekitar 30 seniman. Hampir seluruh-nya seniman baru. Mulai seniman ber-basis akademisi hingga otodidak. Sang-at berwarna dan menyajikan ragam seni rupa di Jogjakarta,” ungkapnya.

Karya-karya ini, lanjut Timbul, bisa menjadi kacamata dunia seni rupa di Jogjakarta. Karena seniman yang terlibat merupakan seniman baru, sehingga tak menutup kemungkinan terus berkembang ke depannya.Timbul menambahkan, pameran ini menjadi ruang diskusi antarseniman. Proses bertukar pikiran ini mampu mem-perkaya khasanah seni setiap seniman. Apalagi setiap seniman yang terlibat memiliki corak dan identitas karya yang berbeda.Pameran Move Art #1 merupakan program dari Tahun Mas Art Room. Timbul sebagai pemilik galeri, mene-rapkan kebijakan merata bagi seluruh seniman. Yakni, galeri bisa menjadi lahan unjuk bagi seniman baru. Tuju-annya, mewujudkan regenerasi perupa di Jogjakarta.Di samping itu, galeri trsebut menjalin kerja sama dengan beberapa instansi ter-kait. Salah satunya, memasukan jadwal pameran sebagai agenda rutin pariwi-sata Jogjakarta. Metode ini melibatkan Dinas Pariwisata hingga pihak perhotelan serta beberapa travel agent. (dwi/hes/ong)