BANTUL – DPC PPP Bantul tetap berkomitmen bakal mengagendakan kegiatan pendidikan politik pada 2016. Meskipun partai berlambang Kakbah ini tidak mendapatkan dana bantuan sosial (bansos) pada 2015. “Tetap ada,” tegas Sekretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji, kemarin (18/1).Menurutnya, tidak terkucurnya bansos pada 2015 tidak berpengaruh terhadap partai. Nyatanya, PPP tetap akan mengagendakan kegiatan pendidikan politik bagi kader-kadernya dengan menggunakan uang partai. Biasanya, agenda kegiatan pendidikan politik menggunakan dana bansos yang diturunkan setiap setahun sekali. “Tetapi frekuensi kegiatan mung-kin tidak sebanyak tahun lalu,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang-pol) Bantul Agustinus Sumasriana mengatakan, ada dua partai politik (parpol) yang tidak mendapatkan dana bansos pada 2015. Yaitu, PPP, dan Partai Golkar. Dua parpol ini tidak berhak mendapatkan dana bansos lantaran dilanda kisruh internal yang berakibat pada ketidakjelasan pemegang kepengurusan DPP yang sah. “Tidak hanya di Bantul, di daerah lain juga sama,” jelasnya.Karena tidak dapat dikucurkan, kata Sumas, sapaan akrabnya, dana bansos yang semula dialokasikan untuk PPP dan Partai Golkar akhirnya dikembalikan lagi ke kas daerah. “Total anggaran dari APBD yang dipersiapkan untuk seluruh parpol Rp 1,1 miliar. Per satu suara Rp 1.927,” sebutnya. (zam/din/ong)