ilustrasi
JOGJA – Sebuah tas tak bertuan sempat menggegerkan warga di sekitar Gereja St Antonius Kotabaru, Jogja sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (18/1) kemarin. Tak ingin keja-dian di Jakarta terjadi di Jogja, setelah menda-pat laporan warga, polisi langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP)
Awalnya, tas tersebut diduga berisi bom yang diletakkan di dekat gereja. Petugas kepolisian dan tim Gegana langsung turun tangan mengamankan tas men-curigakan tersebut. Saat akan dilakukan evakuasi, pemilik tas, Sugiyatmo datang dan mengam-bil barang miliknya tersebut. Diketahui tas berwarna hitam milik warga Ledok Tukangan, Danurejan, Jogja ini hanya be-risi pakaian dan alat mandi.Kejadian bermula saat Har-tono, 47, pedagang jajanan pasar yang akan membuka dagangannya, melihat tas rang-sel yang tidak diketahui pemi-liknya.

Dia lalu berinisiatif melaporkan temuan itu ke Polsek Gondokusuman untuk segera ditindaklanjuti. Saat tim Gegana dari Brimob DIJ sedang melakukan penyeli-dikan, pada pukul 07.40 WIB pemilik tas datang dan bermaksud akan mengambil barang miliknya. “Tasnya itu mau dibuka Gegana, eh bapaknya yang punya itu da-tang masuk ke lokasi. Lalu dita-rik sama polisinya, ditanya bapak mau ngapain, terus langsung jawab mau ambil tas,” ujar Su-tikno, juru parkir di dekat lokasi kepada wartawan.

Dari hasil pemeriksaan, di-pastikan bahwa tas tersebut tidak berisi bom dan hanya berisi satu stel pakaian, handuk, dan perlengkapan mandi. “Ka-tanya tasnya sengaja ditinggal karena berat dibawa jalan-jalan,” ujarnya.Selanjutnya, pemilik tas diaman-kan ke Polsek Gondokusuman. Warga Ledok Tukangan itu di-mintai keterangan lebih lanjut di Kantor Polisi. (riz/ila/ong)