TOMIRA: Selain mengakuisi toko berjejaring, Tomira (Toko Milik Rakyat) juga bisa didirikan secara mandiri. Jumlah Tomira di Kulonprogo tahun ini bisa 14 unit, setelah mengakuisisi tujuh took.
KULONPROGO – Toko berjejaring yang berpotensi diakuisisi koperasi serba usaha (KSU) menjadi Toko Milik Rakyat ( Tomira) di Kulonprogo sudah ada tujuh. Sedikitnya ada tujuh unit lain yang rencananya juga akan diakusisi secara bertahap tahun ini. “Kita sudah pendekatan dengan Alfamart agar bisa terealisasi,” terang Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo usai evaluasi operasional Tomira di Gedung Binangun, Kompleks Setda Kulonprogo, Wates, kemarin (18/1).Hasto mengatakan, tahun ini jumlah Tomira di Kulonprogo bisa bertambah tujuh unit lagi, sehingga total tahun ini menjadi 14 unit. Selain mengakuisisi toko berjejaring, Tomira juga bisa didirikan secara mandiri. Namun kerja sama dengan Alfamart seperti saat ini masih berjalan baik. Sistem pengelolanya tetap dari kalangan koperasi, bukan individu karena untuk menghin-dari kapitalisme. “Syukur kalau bisa tanpa mengambil alih toko berjejaring yang sudah ada. Mungkin tiga atau empat toko lagi di-dirikan sendiri itu bagus,” ucapnya.

Pemkab Kulonprogo sendiri juga tengah melakukan penawaran kerja sama dengan toko berjejaring lain selain Alfamart. Namun hingga kini belum ada tanggapan berar-ti dari manajemen yang bersangkutan. “Sambil menunggu kita juga benahi kualitas produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kulonprogo, agar lebih layak dan laku saat dipasarkan di Tomira. Pengemasan memiliki peranan penting dalam mendongkrak nilai jual,” imbuhnya.Sementara itu, pengelola Tomira Dekso Muhammad Dalduri Prasetya mengung-kapkan, pihaknya tidak membatasi jumlah produk UMKM di Tomira. Menurutnya, semakin banyak produk yang ditawarkan, akan semakin baik karena bisa mengang-kat kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. Kendati demikian, produk yang ditawar-kan harus memenuhi syarat seperti stan-dar toko berjejaring. Misalnya dilengkapi dengan sertifikat izin pangan industri rumah tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, khususnya untuk produk makanan dan minimal.

Dalduri menuturkan, produk UMKM yang dijual di Tomira Dekso cukup diminati konsumen. Hanya saja teknis pengema-sannya cenderung masih kurang menarik. Jika hal itu bisa diperbaiki, tentu akan semakin banyak produk UMKM yang bisa masuk ke Tomira Dekso. “Perlu ada pendampingan agar mereka tahu produk yang layak jual di Tomira itu seperti apa,” tuturnya. Tomira Dekso sendiri sudah beroperasi se-jak November 2014 dan kini terus berkembang pesat. Berbagai kendala sempat dialami pada masa transisi manajemen, namun masa itu kini sudah teratasi dengan baik. “Kita memang harus menyesuaikan standar yang diterapkan dari Alfamart. Selain itu kita juga harus menyiapkan sistem persediaan barang dan penjualan,” tandasnya. (tom/laz/ong)