Laki-Laki Lebih Banyak karena Pasangan Hamil Duluan

Kasus pernikahan dini di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan upaya pendewasaan usia perkawinan (PUP) di kabupaten ini di antaranya melalui Pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) menunai hasil positif.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo
KASUBID Advokasi Konseling dan Pembinaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BPMPDPKB Kabupaten Kulonprogo Mardiya menga-takan, tahun 2013 jumlah kasus pernikahan dini sebanyak 68 kasus. Kemudian 2014 turun menjadi 49 kasus dan di 2015 turun lagi menjadi 41 kasus.Data dari Kantor Kementrian Agama ( Kemenag) Kulonprogo menyebutikan, kasus pernikahan dini tertinggi terjadi di Kecamatan Girimulyo yakni sebanyak 7 kasus, disusul Kecamatan Panjatan 6 kasus, kemudian Kecamatan Galur dan Sentolo masing-masing 5 kasus. “Sementara kasus pernikahan dini dalam jumlah kecil terjadi di Kecamatan Kokap dan Nanggulan, masing-masing 2 kasus. Bahkan untuk tahun 2015 ini, Kecamatan Lendah dan Samigaluh bebas dari kasus pernikahan dini,” kata Mardiya.

Dijelaskan, merujuk UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan di mana pada Bab II ten-tang Syarat-syarat Perkawinan Pasal 7 ayat (1) disebutkan, perkawinan hanya diizinkan jika pria sudah mencapai umur 19 tahun dan perempuan mencapai umur 16 tahun. “Artinya kasus pernikahan dini itu terjadi manakala laki-laki melangsungkan perni-kahan pada usia kurang dari 19 tahun, se-mentara yang perempuan usianya kurang dari 16 tahun. Nah yang menarik di Kulon-progo, kasus pernikahan dini lebih banyak dilakukan laki-laki ketimbang perempuan,” jelasnya.

Sebut saja di tahun 2013, dari 68 kasus per-nikahan dini yang terdata, 43 kasus di anta-ranya dilakukan laki-laki, sementara yang perempuan hanya 25 kasus. Kemudian tahun 2014 juga relaitf sama, dari 49 kasus yang ada, 27 kasus di antaranya adalah laki-laki sisanya 22 kasus oleh perempuan. Tahun 2015 juga sama, dari 41 kasus per-nikahan dini, 27 kasus di antaranya juga dilakukan laki-laki, 14 kasus sisanya perem-puan. Melihat fenomena itu, kemungkinan yang terjadi banyak laki-laki di Kulonprogo yang usianya kurang dari 19 tahun menikah karena dimintai pertanggungjawaban pihak perempuan karena sudah hamil duluan. “Sehingga mereka terpaksa menikah di bawah umur. Hal ini selaras dengan data di Kantor Pengadilan Agama Wates yang me-nyebutkan, sebagian besar pernikahan dini di Kulonprogo karena pihak perem-puan atau wanita telah hamil terlebih da-hulu,” ujarnya. (laz/ty/ong)