Drs. Munjid Nur Alamsyah
Kepala SMAN 8 Jogja

PENGADAAN event (pentas seni atau pensi) oleh pelajar yang didukung sekolah menjadi sarana pengembangan diri si anak. Belajar menjadi seorang event organizer (EO) pensi sekolah, murid dapat mengalami perkembangan dari sisi kreativitas dan kepemimpinan.

Dalam prosesnya, event sekolah harus dikerjakan dengan matang. Anak harus melewati tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan baik.

Mereka harus ‘’berdarah-darah” dalam proses perencanaan. Guru harus mengarahkan habis-habisan pada tahap ini. Karena, pelaksanaan pensi adalah cermin dari perencanaan. Perencanaan matang akan membawa hasil maksimal saat pelaksanaan pensi.

Saya lebih setuju event anak sekolah bukan sekadar memperhatikan siapa bintang tamunya. Tapi nyawa sebuah event terletak pada konsepnya. Sebab tolok ukur kesuksesan event menurut saya bukan pada bintang tamu yang dapat membuat tiket habis terjual. Kesuksesan event adalah ketika anak dapat melewati tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dengan baik.

Karena saya berharap anak-anak yang aktif mengurus event dapat menjadi konseptor di masa depan. Sehingga mereka bukan menjadi ekor tapi jadi kepala. Mereka dipersiapkan untuk menjadi pemimpin bukan pengikut. Maka aktiflah dan dapatkan pelajaran berharga dengan menjadi panitia event sekolah kalian masing-masing. (ata/iwa/ong)