FOTO: Syamsul Arifin/ Rakyat Kalbar
PADA bagian lain, Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo menegaskan, Pemkab Bantul akan terbuka menyambut kepulangan sejumlah warga Bantul eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

“Kami tetap akan welcome,” tegas Sigit, kemarin (20/1).

Seperti diketahui, Selasa (19/1) lalu camp eks anggota Gafatar di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat menjadi sasaran amukan, dan dibakar massa. Eks anggota Gafatar dari berbagai wilayah, termasuk di antaranya Bantul akan dievakuasi dan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Terkait itu, Pemkab Bantul siap menerima mereka kembali, dengan syarat mereka kembali menjadi warga yang lebih baik. “Tentu pemkab juga akan memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada mereka,” ujarnya.

Ditegaskan Sigit, pemkab berkomitmen melindungi seluruh warganya. Termasuk di antaranya mereka yang sempat bergabung dengan organisasi yang belakangan dicap menyimpang oleh pemerintah ini.

“Kalau mereka datang ke Bantul apa ya kita usir? Kan tidak,” tandasnya.

Lebih lanjut Sigit mengatakan, dalam waktu dekat ini, dia akan menyampaikan persoalan kembalinya warga Bantul dari pemukiman Gafatar di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Agar penanganan eks anggota Gafatar itu tepat.

“Inginnya kan Bantul bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selain itu, pemkab juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIJ terkait penanganan eks anggota Gafatar. Mengingat, ada sekitar 50 warga DIJ yang ikut bergabung Gafatar dan berdiam di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.(zam/ila/jko/ong)