SETIYAKI A. KUSUMA /RADAR JOGJA
KRIMINAL: Direktorat Reserse Narkoba Polda DIJ dalam gelar perkara kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi, kemarin (20/1).

SLEMAN – Selama bulan Januari 2016, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda DIJ mengungkap empat kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi. Empat tersangka berhasil diringkus, dan tiga di antaranya adalah bekas napi narkoba Lapas Pakem, Sleman.

“Dua adalah pengedar dan dua lainnya merupakan pemakai,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda DIJ Kombes Pol Andi Fairan didampingi Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti kepada wartawan, Rabu (20/1) kemarin.

Andi melanjutkan, dari hasil pengembangan kasusnya para tersangka beraksi setelah mendapat order dari napi penghuni Lapas Narkoba Pakem, Sleman. Selain itu, dari keempat tersangka yakni Syofiyan Apriyanto, 30; Anton Sujarwo, 35; Sidik Susanto, 33; dan Andrian Hadi Bata, 27, adalah mantan napi Lapas Pakem. “Ada yang baru satu bulan keluar menggunakan narkoba lagi,” ungkapnya.

Dia juga menyebut, operator sindikat narkoba tersebut didominasi napi yang masih menjalani masa hukuman di Lapas. Mereka menjalankan aksinya dari balik jeruji Lapas dengan akses komunikasi menggunakan ponsel. “Ini yang akan kita koordinasikan dan komunikasikan dengan petugas Lapas agar lebih diperketat,” terangnya.

Selain melibatkan napi, para pengedar saat ini mulai berani menggunakan media sosial dan pesan berantai. Dari hasil pengembangan polisi, ada istilah baru di lingkungan pengedar dan komunitas pemakai narkoba dengan sebutan “Jogja Ready”. Kata sandi tersebut ternyata akrab di lingkungan para pengguna untuk menyebut bahwa stok narkoba tersedia.

Modus yang digunakan para tersangka yakni dengan menyebarkan broadcast dan pesan singkat sebanyak-banyaknya. Nantinya apabila pemesan merespons, maka pengedar akan menjelaskan aturan pemesanan.

“Setelah mendapat pesan Jogja Ready, pemakai paham stoknya ada. Lalu pesan, transfer, dan dicatat alamatnya,” jelas Andi.

Tak hanya itu, pesan Jogja Ready ini mempunyai paket narkoba yang juga tergolong baru. Jika biasanya narkoba hanya dapat dibeli dalam satu jenis, di pengedar yang bersandi Jogja Ready ini menawarkan paket lengkap.

“Biasanya hanya ganja saja, atau sabu saja, tapi ini lengkap. Dengan Rp 700 ribu pembeli bisa dapat sabu 0,5 gram dan dua butir ekstasi. Tergolong mahal,” terangnya.

Dari hasil penangkapan para tersangka itu petugas menyita dua butir ekstasi, sabu-sabu 0,5 gram, sebuah ponsel, kartu ATM, alat hisap, dan korek api. Kepada para tersangka petugas menjerat dengan Pasal 112 jo Pasal 127 KUHP dan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman empat tahun penjara dan denda hingga satu miliar rupiah. (riz/ila)