SLEMAN – Eks anggota Gafatar mulai diberangkatkan kembali ke daerahnya masing-masing dari Kalimantan Barat (Kalbar). Mereka akan diangkut menggunakan kapal laut milik TNI Angkatan Laut. Termasuk di dalamnya adalah warga asal Jogjakarta.

“Berdasarkan keterangan dari Kalbar tidak semua keluarga eks Gafatar mau kembali ke kampung. Bagi yang mau akan diberangkatkan dengan kapal TNI dan bersandar di Semarang,” kata Kapolda DIJ Brigjen Pol Erwin Triwanto kepada wartawan, Kamis (21/1).

Erwin mengatakan, ada beberapa warga yang tidak mau kembali ke kampung halamannya. Namun, di sisi lain pemerintah tidak mungkin dapat merelokasi ratusan warga tersebut dalam waktu cepat. “Mudah-mudahan mau kembali, dan mengikuti jalan yang benar,” ungkapnya.

Erwin mengatakan, pihak kepolisian mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menyambut para eks Gafatar. Dia hanya meminta kepada para Babinkamtibmas agar dapat mengawasi setiap wilayahnya. “Memastikan saat mereka kembali dapat diterima dan tidak ada sanksi sosial,” jelasnya.

Mengenai koordinasi dengan pihak terkait, Erwin mengatakan, pihak Pemprov DIJ telah melakukan persiapan. Hanya, memang tidak ada alokasi anggaran khusus untuk pemulangan tersebut.

“Kalau rencana pemerintah Kalbar akan memulangkan dengan kapal laut, kita ada teknis penjemputan sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan, pihaknya tidak akan memaksa jika ada warga DIJ eks Gafatar yang tidak mau pulang. Sejauh ini Polda DIJ sudah mengantongi data 50 warga Jogjakarta yang ada di Mempawah. Namun, belum dipastikan dari semuanya akan dibawa kembali.

“Kami sudah koordinasi dengan Polda Kalbar dan pemerintah setempat. Hanya yang mau pulang yang akan kami jemput. Karena memang ada yang tidak mau pulang,” tandasnya.

Sementara itu, terhitung Kamis (21/1) jumlah orang yang dilaporkan hilang sudah mencapai 92 orang. “Dari semua laporan orang hilang, baru lima yang cocok dengan data warga Jogja yang ada di Mempawah,” ujarnya. (riz/ila/ong)