GUNUNGKIDUL – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) membuka kawasan Baron Technopark di Parangracuk, Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul. Pembukaan Baron Technopark tersebut, sebagai lokasi wisata edukasi. Kehadiran Baron Technopark
tampaknya sudah mulai digandrungi para pelajar.

Setidaknya itu bisa dilihat seharian kemarin (21/1). Untuk pertama kalinya, ratusan siswa sekolah, mulai dari anak-anak SD, SMP hingga SMA berdatangan. Mereka berasal dari SMAN 1 Patuk, SMPN 1 Wonsoari, dan SDN Kanigoro.

Mereka melihat konsep pengembangan energi yang berada di Baron Technopark.

Kepala Sub Bidang pengelolaan Technopark Energi Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Ridwan Budi Prasetyo mengatakan, meskipun kehadiaran pelajar tersebut diundang, tapi menunjukkan adanya antusiasme siswa.

“Semua siswa mendapatkan pemahaman mengenai energi baru dan terbarukan, terutama energi listrik hibrid yang dikembangkan BPPT di Baron Technopark tersebut,” kata Ridwan.

Dia menjelaskan, hingga sekarang konsep wisata edukasi masih terus digodok. Sejauh ini, dengan mengnjungi Baron Technopark, pelajar bisa mengetahui proses pembuatan minyak goreng bekas menjadi bio diesel, metode pengolahan air payau menjadi air siap minum, serta energi listrik yang digunakan dengan perpaduan anatra kincir angin, solar sel atau tenaga surta dan panel aki.

“Mereka akan mengetahui bahwa listrik yang sudah digunakan saat ini bukan lagi dari PLN,” ujarnya.

Harapannya ke depan, Baron Technopark berkembang, sehingga menjadi area wisata edukasi dan menunjang sektor pariwisata. Menurut Ridwan, saat ini di Baron Tehcnopark memilki tempat multimedia, pengolahan air payau menjadi air minum. Sistem pembangkit listrik tenaga hibrid, jam matahari, pendeteksi tsunami, serta area camping ground.

Salah satu siswa SMPN 1 Wonosari Adira Dwi Styaningsih mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Baron Technopark. Dia kagum karena baru pertama kali berkunjung ke wisata edukasi di pantai yang bersebelahan dengan pantai Baron tersebut.

“Wawasan saya bertambah. Energi baru dan terbarukan sekarang bukan sekadar teori,” kata Adira. (gun/jko/ong)