GUNAWAN/Radar Jogja
SEPERTI SUNGGUHAN: Petugas dari TRC melakukan simulasi penyelamatan korban tenggelam di Sungai Oya, Playen, Gunungkidul, kemarin (21/1).
GUNUNGKIDUL – Menjadi daerah paling rawan terhadap bencana, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tak bisa tenang. Mereka terus meningkatkan kemampuan anggotanya dalam penanganan korban bencana.

Sebagai upaya kesigapan tersebut, BPBD Gunungkidul menggelar simulasi penyelamatan korban tenggelam di Sungai Oyo, kawasan rest area Bunder melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC), kemarin (21/1). Simulasi dilaksanakan dalam kondisi sungai sedang mengalir deras.

Dalam simulasi, digambarkan ada korban tenggelam. Begitu ada laporan masuk, petugas BPBD langsung menerjunkan sebuah perahu karet ke tengah sungai. Dengan cekatan, petugas berupaya mengevakuasi korban untuk dibawa ke pingiran. Di situ relawan sudah siap melakukan penanganan.

“Simulasi penyelamatan secara manual, melibatkan sebanyak 25 anggota TRC,” kata Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul, Sutaryono di sela simulasi.

Dia menjelaskan, potensi kecelakaan air di wilayahnya cukup tinggi, karena terdapat banyak sungai dan laut. Untuk itu, guna mengasah kemampuan anggota TRC, dilaksanakan latihan rescue water secara berkala. “Kegiatan demikian menjadi agenda latihan secara rutin,” ujarnya.

Sutaryono berharap, kemampuan seluruh anggota TRC dalam melakukan penyelamatan korban kecelakaan air semakin meningkat. Sehingga jika menangani kasus, bisa bekerja dengan baik.

Koordinator pelatih rescue water Marjono mengatakan, penyelematan korban kecelakaan air membutuhkan keterampilan khusus. Setiap tim penyelamat harus memiliki kemampuan penyelamatan air, sehingga perlu dilakukan latihan secara rutin.

“Ketika melakukan penyelamatan korban tenggelam, regu penyelamat harus cermat, sebab salah sedikit saja dalam penanganan, bukanya menolong malah kita bisa ikut jadi korban,” kata Marjono.

Pantaun di lapangan, simulasi penyelamatan laka air di Sungai Oya dihadiri puluhan siswa dari SMK Kesehatan Wonosari. Tidak hanya jadi penonton, mereka juga berlatih dalam melakukan penyelamatan korban.

“Dasar-dasar penyelamatan korban tenggelam sangat diperlukan bagi pelajar,” kata salah satu guru SMK Kesehatan, Endah Lestari Heru Sulistyono Putri. (gun/jko/ong)