HENDRI UTOMO/Radar Jogja
DISIAPKAN LAHAN BARU: Seorang pengelola tanaman buah naga menunjukkan buah naga yang baru dipetiknya di kebunnya di kawasan Pantai Glagah, Kulonprpgo. Tanaman ini sedang dicarikan lahan baru karena terdampak pembangunan bandara.

KULONPROGO – Sebagai kompensasi akan dibangunnya bandara internasional di Kulonprogo, pemkab tak hanya disibukkan dengan rencana relokasi bagi warganya yang terdampak, juga lahan perkebunan. Saat ini, pemkab sedang menginventarisir tempat untuk merelokasi kebun buah naga.

Seperti diketahui, sebagian kebun buah naga yang berada di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo masuk dalam area pembangunan bandara. Sedikitnya ada 24 kepala keluarga (KK) yang menjadi pengelola buah naga di sana. Karena itu, pemkab berkomitmen bahwa budidaya buah naga harus tetap dilanjutkan, sehingga harus dicarikan lahan baru.

“Terdapat 24 KK yang menjadi pengelola kebun buah naga di Desa Glagah. Memang, tidak semua kebun buah naga di sana tegusur, hanya tempat tinggal para pengelola semuanya kena,” ujar Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, kemarin (21/1).

Hasto mengatakan, pihaknya sudah melakukan dialog dengan perwakilan pengelola kebun buah naga. Dari 24 KK yang terdampak, semua merupakan warga yang baik dan mendukung pembangunan bandara di Kulonprogo. Mereka juga bersedia direlokasi nantinya. “Separo dari mereka adalah warga Kulonprogo, sementara lainnya warga luar Kulonprogo yang sudah lebih dari 10 tahun bekerja di Kulonprogo,” tandasnya.

Menurutnya, seluruh pengelola kebun buah naga yang terdampak bandara, selama ini tinggal di tanah Pakualaman atau tidak memiliki tanah sendiri. Sehingga hal itu perlu dibahas secara khusus. “Hasil dialog bersama perwakilan mereka, kami siap mencarikan lahan pengganti untuk digunakan sebagai tempat budidaya buah naga selanjutnya, sekaligus lahan relokasi tempat tinggal para pengelolanya,” tuturnya
Lokasi tidak harus di Temon, karena budidaya buah naga tidak harus di Temon, hanya saja warga tetap ingin bertempat tinggal di Temon. Tidak hanya membahas persoalan relokasi kebun buah naga dan tempat tinggal pengelolanya, dalam pertemuan itu pemkab juga menyampaikan rencana pendataan potensi para pengelola kebun buah naga.

“Potensi mereka apa dan mau kerja apa. Nanti mereka juga akan dipekerjakan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” tambahnya. (tom/jko/ong)