JOGJA – The Alana Hotel and Convention Center menggelar Jogjakarta Grand Wedding Expo 2016. Pameran ini pertam kali digelar hotel ini dan mengandeng wedding organizer (WO) Mahkota.

Rencananya, pameran ini diadakan 29-31 Januari 2016 di Amartapura Plenary Hall Mataram City Internasional Convention Center. Ada 50 lebih vendor pernikahan. Mulai dari Jogja, Solo, dan Semarang.

Public Relation Manager Wiwied A.Widyastuti mengatakan, acara Grand Wedding Expo 2016 memiliki keunikan. Yakni, memberikan kesempatan hotel lain yang mempunyai paket wedding berpartisipasi.

“Untuk membangun apresiasi masyarakat terkait pernikahan di hotel dan WO,” tukas Wiwied, beberapa waktu lalu.

Wiwied meneruskan, selama ini orang berpandangan melaksanakan pernikahan di hotel mahal. Bisanya hanya buat kalangan tertentu. “Sebenarnya tidak, dengan bantuan WO acara pernikahan akan lebih rapi dan terkonsep. Karena disesuaikan seperti permintaan calon mempelai,” imbuhnya.

Tak hanya pameran, penyelenggara juga menampilkan sejumlah acara hiburan. Seperti fashion show karya dua designer kondang Arum E. Permana berjudul Haute Couture Fashion Show dan Annare Bridal, entertaiment show oleh Clarissa Dewi pemenang kedua ajang pencarian bakat X- Factor. Juga ada demo dan presentasi ritual spa oleh H. Woro Astuti dari Nurkadhatya Spa dan pengundian doorprize.

“Pengunjung yang melakukan transaksi Rp 500 ribu dan berlaku kelipatannya, berhak mendapatkan kupon undian sepeda motor yang akan diundi di hari terakhir. Ada juga hadiah berupa paket pernikahan menarik dengan hadiah utama Nissan Juke dan liburan ke Singapura atau Bali. Promo ini hanya bisa diperoleh bila pengunjung membayar DP untuk tahun 2016 dan 2017,” paparnya.

Direktur Mahkota Indra Suryajaya menambahkan, bersedia mengelar pameran, karena masyarakat Jogjakarta dinilai belum aware dengan pernikahan di hotel yang menggunakan WO, dibanding kota yang menjadi market utamanya, Semarang.

“Jogjakarta memiliki peluang besar, ada 2 ribu pernikahan setiap tahun. Kebanyakan dari pernikahan tersebut, belum begitu antusias dengan WO. Mungkin, karena biayanya terlalu tinggi atau karena belum terbiasa,” jelasnya.

Dalam pameran nanti, ia tidak berani memasang target.

“Kalau di Semarang 3 hari pameran, kami bisa mendapat pemasukan hingga 10 miliar. Karena di Jogja dalam tahap edukasi, target belum kami tetapkan. Yang penting menjaring calon pengantin dulu,” katanya.(sce/met/hes/ong)