JOGJA– Dalam waktu dekat, Pemkot Jogja akan memiliki rumah sakit daerah. Ini menyusul akan dioperasionalkannya RS Pratama. Sementara sebelumnya sudah memiliki RS Jogja. Meski memiliki dua rumah sakit yang berbendera sama, namun dipastikan tak akan ada tumpang tindih pelayanan.

Kepastian tersebut bisa didapat, karena keberadaan RS Pratama dikonsep sebagai rumah sakit tanpa kelas, sementara RS Jogja melayani semua kelas. Sehingga, kedua rumah sakit milik Pemkot Jogja itu akan berbagi pasien.

Direktur RS Jogja Tuty Setyowati menuturkan, operasional RS Pratama berbeda dengan RS Jogja. RS Pratama hanya menampung pasien kelas tiga. “Sedangkan kami melayani semua kelas,” kata mantan Kepala Dinkes Kota Jogja ini.

Tuty pun menampik, terjadinya tumpang tindih. Karena tipe kedua rumah sakit berbeda. “Justru, kedua rumah sakit bisa saling mendukung,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan, RS Pratama yang rencananya segera dioperasionalkan adalah rumah sakit dengan tipe D atau puskesmas plus. Rumah sakit itu seluruh bangsal perawatan masuk kategori kelas tiga.

“Jika di RS Jogja bangsa kelas tiga habis, maka bisa dilimpahkan ke RS Pratama. RS Jogja juga bisa mendukung dari segi tenaga medis,” jelasnya.

Selain itu, dengan status tipe D, RS Pratama merupakan layanan kesehatan tingkat pertama. Sedangkan, pasien yang mengalami sakit parah bisa dirujuk ke RS Jogja. “Fungsinya juga berbeda. RS Jogja tipe B pendidikan,” ujarnya.

Dengan status itu, RS Jogja wajib meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien. Baik dengan menambah berbagai fasilitas layanan kesehatan pendukung, meuapun dengan pengembangan gedung.

Tuty menambahkan, pihaknya berharap supaya RS Pratama dapat segera dioperasionalisasikan. Sebab, sejak ada Badan Perlindungan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan melonjak. Tak jarang, ruang kelas tiga untuk rawat inap di RS Jogja kerap penuh.

Dengan demikian, jika RS Pratama segera beroperasi, bisa menjadi solusi. Pasien yang belum tertangani di RS Jogja, bisa langsung dilimpahkan ke RS Pratama. Begitu pula terhadap kebutuhan dokter spesialis yang bisa saling melengkapi. “Baik RS Jogja maupun RS Pratama ini kan di bawah naungan pemerintah. Kewenangannya juga akan diatur, agar semua pasien yang dirujuk mendapatkan pelayanan sesuai standar,” akunya.

Sementara itu Kepala UPT RS Pratama Fetty Fatiyah menyampaikan, saat ini bangunan RS Pratama yang berlokasi di seberang Kali Code itu sudah sangat layak. Kini, untuk pengadaan sarana pun telah mendapatkan dukungan di APBD Kota Jogja. “Nantinya, berbeda dengan rumah sakit kelas tiga,” jelasnya. (eri/jko/ong)