YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
AKRAB: Sebanyak 21 calon duta besar mengunjungi Museum Ullen Sentalu di kawasan Taman Wisata Kaliurang kemarin (21/1). Mereka akan membantu membawa potensi Sleman ke luar negeri
 
SLEMAN- Pemkab Sleman tidak mau menyia-nyiakan kesempatan atas kunjungan kerja para duta besar dan calon kepala perwakilan Republik Indonesia untuk negara asing di beberapa objek wisata.

Melalui para diplomat, pemkab berharap kekayaan khas Sleman bisa lebih dikenal secara internasional. Itu tidak lepas sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bumi Sembada.

Ya, sebanyak 21 calon duta besar mengunjungi Museum Ullen Sentalu di kawasan Taman Wisata Kaliurang kemarin (21/1). Selain keliling museum, para diplomat ini dikenalkan dengan aneka produk lokal yang dipamerkan di museum budaya tersebut.

Produk-produk yang dipamerkan ini merupakan unggulan Sleman. Di antaranya, kerajinan batik, kayu, tas bahan alam, dan kopi Merapi. Tak ketinggalan aneka jamu tradisional dan salak pondoh. Bahkan, pemkab mengundang para pelaku usaha kecil mikro untuk berdialog sekaligus paparan produk unggulan masing-masing.

Turut hadir, Ketua Asosiasi Petani Salak PrimaSembada Sleman Maryono untuk memaparkan potensi salak unggulan kualitas ekspor. Untuk lebih meyakinkan para tamunya, pemkab mengajak sedikitnya lima kepala satuan kerja perangkat daerah untuk dilibatkan dialog.

Penjabat Bupati Gatot Saptadi menyatakan, beberapa produk unggulan khas tersebut menjadi bukti kesiapan industri kecil menghadapi persaingan bebas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). “Industri yang hadir di Sleman turut menyumbangkan kemajuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Kondisi itu menjadi faktor pendorong pemkab dalam menyokong industri kecil agar mampu mandiri dan berkembang luas. Jamuan pemerintah disambut positif rombongan para duta besar yang dipimpin Ahmad Rusdi, duta besar RI untuk Thailand.

Satu hal yang cukup memukau para tamu adalah produk kopi dari biji salak asal Turi. Ahmad Rusdi sangat apresiatif pada aneka produk lokal karya warga Sleman. Menurutnya, produk unggulan Sleman layak bersaing dengan produk negara lain.(yog/din/ong)