MUNGKID – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magelang mencatat 15 warga Kabupaten Magelang diduga bergabung Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka sudah dipulangkan dari Kalimantan, sejak Rabu (20/1).

Kepulangan mereka dibawa kapal TNI menuju ke Pulau Jawa bersama seribu warga daerah lain.

Sebelum tiba ke kampung halaman, rencananya Pemkab Magelang akan mengkarantina eks-pengikut Gafatar tersebut.

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Magelang Karya Humanita mengatakan, pihaknya mengadakan rapat dengan jajaran dan eleman terkait mengenai informasi kepulangan anggota Gafatar ke Pulau Jawa. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) mencari data awal siapa saja yang akan pulang ke Magelang.

“Kami memperoleh data ada 15 warga Magelang yang ikut dalam rombongan. Kemudian berkembang bertambah satu. Mereka akan dipantau terus perkembangannya,” ungkap Karya usai rapat koordinasi dengan Forkominda di Kantor Kesbangpol Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid, kemarin (21/1).

Warga Kabupaten Magelang yang diduga bergbaung Gafatar dari beberapa kecamatan. Seperti warga Candimulyo, Secang, Mertoyudan, dan Mungkid. Dari 15 orang yang diduga ikut Gafatar, tidak semuanya terdata ikut pulang dalam rombongan.

“Data baru menyebut ada delapan orang yang ikut pulang dalam rombongan tersebut. Adanya tambahan ini baru kami cek ke lapangan,” katanya.

Data-data orang yang diduga gabung Gafatar itu kemudian disampaikan ke Muspika untuk dimonitor. Demi keselamatan, pemkab menampung mereka sementara waktu. Cara ini sekaligus memberikan pemahaman pada mereka agar kembali ke paham yang tidak dilarang pemerintah.

“Ada beberapa lokasi alternatif untuk menampung mereka. Seperti di transito Dinsos, dan TPA Tanjung. Ini penting, karena mereka harus dikarantina dan dibina, agar pengertian soal paham yang mereka anut bisa diluruskan,” jelasnya.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho berjanji akan mengantisipasi kepulangan mereka yang diduga ikut Gafatar. Polisi akan menjemput warga Magelang yang ada di rombongan tersebut. Mereka berangkat dari Kalimantan Rabu (20/1) menumpang kapal laut dan mendarat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

“Mereka akan ditempatkan di lokasi penampungan sementara waktu. Polisi akan membina warga agar bisa kembali ke lingkungan masyarakat,” katanya.

Zain melanjutkan, warga yang diduga bergabung dengan Gafatar akan dibimbing, agar bisa diterima kembali ke masyarakat sampai waktu yang belum ditentukan. Kalau bisa diterima masyarakat, mereka dikembalikan ke kampung halamannya.

“Selama di penampungan kami juga tempatkan sejumlah personel,” janjinya.(ady/hes/ong)