RADAR JOGJA FILE
ADU CEPAT: Sejumlah kuda pacu bertanding di lintasan balap kuda kompleks Stadion Sultan Agung, Bantul.

JOGJA-DIJ menambah lagi perolehan kuota setelah enam kuda yang berlaga di Pra PON awal Januari kemarin dipastikan memperoleh tiket menuju PON 2016. Meski hanya dua kuda yang berhasil merebut medali, enam kuda yang dikirim semua berhak untuk tampil di PON Jawa Barat.

“Dari ketentuan PB Pordasi, untuk kuda yang mengikuti lima kelas di Pra PON dipastikan berhak untuk tampil di PON. Untuk itu, enam kuda DIJ berhak tampil di PON,” ujar Wakil Ketua Pengda Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIJ Harsoyo kemarin.

Menjadi andalan sejak awal, kuda I Bantong dan Lady Adira mampu menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil meraih perunggu di ajang Pra PON yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Panandaran, Jawa Barat.

Di kelas D 1.400 meter, kuda I Bantong merebut posisi ketiga. Padahal, pertarungan di kelas tersebut cukup ketat. Perolehan waktu juga sangat tipis anatara juara satu, dua dan ketiga. Sehingga untuk penentuan pemenang harus dengan melihat foto di garis finis.

I Bantong hanya kurang beruntung dibandingkan dengan kuda Hadra Matu dari Jawa Tengah dan Putra Timur dari Jawa Timur yang akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama dan kedua.

Nasib serupa juga dialami kuda Lady Adira. Beradu cepat di kelas C 1.600 meter, Lady Adira harus mengakui keunggulan kuda Welcome Tonsia dari Jateng dan Cevron dari Jabar yang berada di depannya. “Di garis finish selisih waktu sangat tipis, penentuan juara di kedua kelas ini ditentukan lewat foto,”tambahnya..

I Bantong yang turun di kelas D bersama dengan Kuda Maxima dan Kuda Takdim. Sementara Lady Adira yang turun di kelas C ditemani oleh Putri Minting. Sementara Kuda Purnama Sangir turun sendiri di kelas E. Keenam kuda tersebutlah yang pada September mendatang akan mewakili DIJ pada ajang multicabang tertinggi di tanah air.

Dengan kondsri tersebut, Pordasi DIJ optimistis, kuda-kuda DIJ dapat memberikan performa terbaik dan merebut podium tertinggi. “Persiapan harus memadai. Karena persaingan sangat ketat, maka semua kuda berpeluang menjadi juara,”ujar Harsoyo.(dya/din/ong)