GUNAWAN/Radar Jogja
AKHIRNYA LEGA: Pasien anak warga Budegan, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, disuapi orang tuannya. Pasien itu sekarang tengah menjalani rawat jalan usai berobat ke RS Panti Rapih Jogjakarta, kemarin (21/1).

GUNUNGKIDUL – Untuk kesekian kalinya, pelayanan RSUD Wonosari dikeluhkan oleh masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari keluarga pasien korban kecelakaan lalu lintas. Mereka kecewa, karena penanganan medis dianggap tidak profesional.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian tersebut dialami warga Budegan 2 Rt 06/11, Supriono,41. Anak kesayangannya, Dani Nur Prasetyo, mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena luka cukup serius, bocah berumur delapan tahun itu dibawa ke RSUD Wonosari.

Setelah proses administrasi selesai, pasien dibawa ke salah satu bangsal. Pasien kemudian diberi alat bantu infus dan disuntik. Penanganan medis demikian terus berlangsung hingga tiga hari. “Tapi saya heran, selama di RSUD tidak ada dokter datang. Tidak adanya penjelasan dari dokter mengenai kondisi kesehatan, membuat kami sekeluarga panik,” kata Supriono, kemarin (21/1).

Yang lebih membuat panik, lanjut Supriyono, anaknya terus mengeluhkan sakit pada bagian kepala, namun tindakan medis masih sama. Harapan kepastian adanya penjelasan dari dokter juga tidak kunjung datang. “Lalu kami memutuskan untuk pindah ke rumah sakit lain,” ujarnya.

Supriyono bersama dengan keluarga membawa buah hatinya berobat ke RS Panti Rapih Jogjakarta. Alangkah terkejutnya, saat dokter melakukan pemeriksaan mendapati luka bagian kepala si anak masih dalam kondisi kotor.

“Dokter bertanya pada saya: kemarin dirawat di mana, kotoran pasir pada luka bagian kepala kok tidak dibersihkan,” kata Supriyono menirukan keterangan dokter.

Setelah itu, dokter bergerak cepat melakukan penanganan. Tidak lama kemudian, pujaan hatinya diperkenankan pulang dan menjalani rawat jalan. Penanganan profesional demikian berbeda jauh jika dibanding RS milik Pemkab Gunungkidul. “Saya sudah bayar jutaan rupiah, namun penanganan medis tidak maksimal,” sesalnya.

Informasi lain menyebut, kasus pasien mendapat penanganan medis terkesan kurang profesional sempat membuat Ketua DPRD Gunungkidul Suharno naik pitam. Sehari sebelum keluarga pasien dipindahkan ke RS lain, politis PDIP tersebut sempat adu mulut dengan seorang suster RSUD Wonsari.

“Pak Harno kecewa dan meminta bukti hasil penangaan medis pasien anak, karena diangga baik-baik saja padahal kondisi sebenarnya memprihatinkan,” ucap keluarga pasien yang lain.

Dirut RSUD Wonosari Isti Indiyani belum bisa memberikan keterangan resmi terkait kasus pasien anak tersebut. Ketika dihubungi Radar Jogja, pihaknya tengah berada di tanah suci mekah. “Rabu minggu depan saya baru pulang ke Indonesia,” tulis Isti yang dikirim melalui pesan singkat. (gun/jko/ong)