GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
OBJEK SENGKETA: Pengadilan Negeri (PN) Jogjakarta meninjau lokasi yang menjadi sengketa di Jalan Brigjend Katamso, Gondomanan, Kamis (21/1).

JOGJA – Pengadilan Negeri (PN) Jogjakarta meninjau lokasi yang menjadi sengketa antara lima pedagang kaki lima (PKL) dengan pemilik surat kekancingan Eka Aryawan, kemarin (21/1). Peninjauan dilakukan bersama tergugat lima PKL yakni Budiono, Agung, Sutinah, Sugiyadi, dan Suwarni. Juga dihadiri oleh penggugat Eka Aryawan, serta kuasa hukum dari kedua belah pihak.

Mereka meninjau lahan yang menjadi sengketa di Jalan Brigjend Katamso, Gondomanan. Peninjauan dilakukan untuk mencari titik terang kasus sengketa yang berujung pada gugatan kepada para PKL Gondomanan.

Peninjauan kemarin dipimpin langsung oleh Ketua Hakim Majelis PN Jogjakarta Suwarno. Pihak PN Jogjakarta yang meninjau langsung tanah sengketa tersebut menyatakan batasnya masih bias. “Sehingga pemeriksaan kembali dilakukan guna melihat secara utuh,” ungkap Suwarno.

Sementara itu, kasus ini bermula ketika pengusaha pemilik kekancingan Eka Aryawan melayangkan gugatan pada lima PKL di Gondomanan yakni Budiono, Agung, Sutinah, Sugiyadi dan Suwarni. Tak tanggung-tanggung, nilai gugatannya sangat besar yakni Rp 1 miliar.

Sejak kasus ini mulai mencuat pada September 2015 lalu, sudah dilakukan berbagai upaya mediasi namun gagal. Bahkan upaya mediasi yang digagas oleh tim hukum Keraton Jogja untuk mempertemukan langsung pemegang kekacingan dengan PKL juga tidak berhasil. Kelima PKL juga sempat melakukan topo pepe di tengah-tengah Alun-Alun Utara, Jogja. (aga/ila/ong)