Hendri Utomo/Radar Jogja
DALAMI: Sejumlah guru SD di Kecamtan Wates saat mengikuti workshop bahasa Inggris yang digelar Mount Tarcoola Primary School Geraldton Western Australia, di SDN 4 Wates Kulonprogo (19/1).

Gelar Workshop untuk Para Guru Bahasa Inggris SD

Belajar bahasa Inggris cukup efektif jika dimulai sejak usia dini. Namun bahasa Inggris bukanlah mata pelajaran untuk jenjang sekolah dasar (SD). Bahasa Inggris biasanya dikenalkan kepada siswa SD dalam materi pengembangan diri.

HENDRI UTOMO, Kulonprogo
Pernyataan ini diungkapkan pengawas SD/MI Kecamatan Wates dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo Jumari, di sela Kunjungan Sekolah Mitra-Program BRIDGE Mount Tarcoola Primary School Geraldton Western Australia di SDN 4 Wates, Kulonprogo, Selasa (19/1).

Kunjungan kali ini relatif sama dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya, yakni digelar workshop untuk para guru bahasa Inggris tingkat SD. Materi bahasa Inggris di SD umumnya diberikan kepada siswa kelas IV, V, dan VI.

“Namun sekali lagi bahasa Inggris itu di luar struktur kurikulum, sehingga sekolah harus mengajukan bahasa Inggris di luar kurikulum. Karena yang masuk kurikulum muatan lokal (mulok) hanya bahasa Jawa,” ungkap Jumari.

Kendati demikian, ia menyadari kemampuan berbahasa Inggris dewasa ini sudah menjadi kebutuhan sekaligus tuntutan globalisasi. Banyak orang tua yang berharap anaknya diajari bahasa Inggris sejak dini walau hanya pengetahuan dasar.

“Namun begitu orang tua juga harus diberi pemahaman, bahwa cara penyampaian materinya tidak akan sama seperti mata pelajaran lain. Tidak ada pelaksanaan ujian dan target nilai yang dibebankan kepada anak-anak,” jelasnya.

Dijelaskan, di jenjang SD, materi bahasa Ingris lebih banyak disampaikan melalui permainan, nyanyian, maupun metode interaktif lain. Pasalnya, untuk pemula bahasa Inggris bisa dibilang cukup sulit untuk dipelajari, sehingga untuk pengembangan diri anak-anak harus dibuat senang lebih dulu.

“Anak-anak tertarik belajar bahasa Inggris kalau ada sesuatu yang dianggap menarik dan bikin asyik,” jelasnya.

Kepala SDN 4 Wates Teguh Riyanta menambahkan, materi bahasa Inggris di sekolahnya sudah diberikan kepada siswa kelas I – V. Materi bahasa Inggris dimasukkan ke dalam jadwal intrakurikuler dengan porsi dua jam per minggu.

“Tapi itu bukan mata pelajaran, hanya materi pengembangan diri yang penyampaiannya disesuaikan dengan perkembangan bahasa anak,” imbuhnya.

Terkait workshop, teguh menuturkan, pihaknya sudah menjalin kerja sama sejak tahun 2012 dengan Mount Tracools Primary School Geraldton Australia. Kali ini kunjungan dari Australia dilaksanakan selama lima hari hingga Jumat (22/1) mendatang. Diharapkan, kerja sama ini bisa bermanfaat bagi peserta didik.

“Materi yang disampaikan cukup banyak, di antaranya strategi pengelolaan kelas dan metode pembelajaran bagi guru kelas I, II, dan III. Perwakilan guru dari Mount Tracools Primary School juga berbagi inovasi metode pembelajaran,” ujarnya. (laz/ong)