GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MASIH SIAGA: Zenith, seekor anjing pelacak dikerahkan untuk membantu personel TNI AU memeriksa barang bawaan calon penumpang pesawat yang masuk ke Bandara Adi Sutjipto, Jogjakarta, Jumat (22/1). Pascaaksi teror yang melanda Jakarta, pengamanan Bandara Adisutjipto menambah jumlah personel keamanan dari TNI AU.
SLEMAN – Hingga saat ini, Bandara Adi-sutjipto Jogjakarta masih siaga. Penjagaan dan pemeriksaan terhadap para calon pe-numpang, tak hanya dilakukan oleh aparat keamanan, tapi juga anjing pelacak. Bahkan, pelibatan anjing pelacak, dimulai sejak pe-merikasaan di luar pintu masuk bandara.Sikap siaga yang dinamai Siaga Kuning tersebut, untuk mengantisipasi tindakan kriminal serta memastikan bawaan penum-pang bebas dari barang berbahaya. Itu ber-laku baik untuk terminal A maupun ter minal B bandara Seperti yang dilakukan Jumat (22/1) ke-marin. petugas TNI AU, polisi militer dan petugas bandara, secara detil dan teliti me-meriksa satu per satu barang bawaan calon penumpang. Tidak ketinggalan Zenith, an-jing pelacak berusia dua tahun juga ikut dilibatkan. Setiap mobil yang akan masuk dan mengedrop barang bawaan, tak luput pemeriksaan dan endusan Zenith
Sebelumnya, Manajer Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Alif Krisno Hidayat mengatakan, status ban-dara memang dalam Siaga Kuning. Kondisi tersebut berlangsung sejak 24 November 2015 dan hingga saat ini masih berlaku. “Pemeriksaan ini sebenarnya adalah yang biasa dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan, dan kenyamanan bagi para pe-ngunjung dan para calon penum-pang di bandara. Setiap kendara-an, terutama mobil yang akan masuk kami periksa, termasuk bagasi,” katanya kepada wartawan. Dia menyebutkan bahwa lang-kah antisipasi untuk menjamin keamanan bandara, tidak hanya dilakukan di dalam, juga sejak di luar pintu masuk. Termasuk bagian pengepakan kargo pesawat. (riz/jko/ong)