GUNUNGKIDUL – Hingga kini Gunungkidul belum terlepas dari stigma negatif daerah paling banyak kasus bunuh diri. Rangkuman jumlah kasus per tahun juga belum menunjukkan data yang menggembirakan, karena masih tinggi.

“Dalam tiga pekan terakhir, ada enam kasus bunuh diri dengan lima korban jiwa,” kata Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino.

Dia menjelaskan, sebagian besar aksi bunuh diri dilakukan dengan cara gantung diri. Sementara satu kasus percobaan bunuh diri dilakukan dengan meminum cairan pembersih lantai.

“Dibandingkan periode sama pada 2015, tahun ini angka bunuh diri meningkat cukup signifikan,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian besar kasus gantung diri disebabkan karena depresi atau masalah keluarga. Melihat latar belakang demikian, menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak, baik kepolisian, pemerintah daerah serta masyarakat. “Semua harus mencari solusi untuk meminimalisasi fenomena bunuh diri,” ucapnya.

Untuk pihak kepolisian sendiri sudah melakukan penyuluhan melalui anggota Babinkamtibmas. Selain itu juga melakukan pendataan warga yang memiliki riwayat sakit menahun, depresi.

Kembali ke data, lanjut Ngadino, untuk 2012 ada 40 kasus, 2013 ada 29 kasus dan 2014 turun drastis hanya ada 18 kasus. Namun pada 2015, kembali meningkat dengan 33 kasus. “Data yang akan menjadi bahan evaluasi guna mencari jalan keluar untuk pencegahan aksi bunuh diri,” terangnya.

Di bagian lain, dokter spesialis kejiwaan RSUD Wonosari Ida Rochmawati mengungkapkan, dari analisa yang sudah dilakukan, tren bunuh diri tidak lagi dilakukan kalangan berusia lanjut.

Pelaku bunuh diri sudah bergeser pada usia-usia produktif. “Untuk melakukan pencegahan masyarakat harus bisa mengenali faktor risiko penyebab bunuh diri,” kata Ida.

Dia menjelaskan, di antara percobaan bunuh diri yang gagal pelaku memiliki riwayat gangguan jiwa (depresi dan skizofrenia), penyakit kronis serta jauh dari keluarga. Jika faktor itu sudah diketahui sejak awal, maka sedini mungkin bisa dilakukan intervensi sehingga niat mengakhir hidup bisa dihentikan. (gun/laz/ong)