JOGJA – Setelah tertunda beberapa kali, pelantikan pejabat struktural eselon II dan III di lingkungan Pemprov DIJ dipastikan digelar Selasa (26/1) besok. Sebanyak 250 pejabat akan dilantik Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan. “Sudah pasti Selasa. Undangan sudah beredar,” ungkap seorang sumber di Kepatihan, kemarin (24/1).

Undangan pelantikan tersebut diteken Sekprov DIJ Ichsanuri. Sejumlah pejabat eselon II dan III telah menerimanya sejak Jumat (22/1) lalu. Namun beberapa pejabat lainnya diketahui ada yang belum menerimanya. “Yang belum menerima undangan mungkin diantar hari ini, kan masih ada jeda sehari,” kata sumber lainnya.

Berbeda dengan pelantikan-pelantikan pejabat sebelumnya, pengambilan sumpah pejabat struktural lembaga baru itu akan memulai tradisi baru. Dengan pertimbangan menjalankan urusan keistimewaan, mereka yang dilantik tidak mengenakan pakaian sipil lengkap atau PSL.

Tapi, pejabat baik laki-laki maupun perempuan menggunakan busana Jawa gagrak (gaya) Jogja. Untuk pria mengenakan busana surjan dan blangkon, sedangkan perempuan memakai kebaya. Sedangkan, untuk gubernur sampai sekarang belum jelas. Apakah juga akan mengenakan busana Jawa atau pakaian nasional.

Di pihak lain, sejumlah sumber menginformasikan adanya pergeseran sejumlah pejabat eselon II. Sifat pergeseran itu hanya mutasi biasa dan bukan promosi. Bila ada promosi dari eselon III ke eselon II diperlukan lelang jabatan.

Lantas siapa-siapa saja yang pejabat yang kena mutasi? Sebuah sumber di Kepatihan menginformasikan Assekprov Administrasi Umum GBPH Yudhaningrat yang masuk daftar mutasi.

“Ada kemungkinan Gusti Yudha (sapaan akrab Yudhaningrat) dipindah menjadi staf ahli gubernur,” bisik sumber di Kepatihan yang emoh ditulis namanya.

Digesernya Gusti Yudha ke staf ahli itu disebut-sebut tak lepas dari polemik di internal Keraton Jogja pasca sabdaraja dan dawuhraja. Gusti Yudha termasuk pangeran yang vokal mengkritisi tindakan kakaknya berganti nama dari Hamengku Buwono X menjadi Hamengku Bawono Ka10 dan pengangkatan keponakannya GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi.

Menanggapi isu itu, Gusti Yudha tampak tenang. Dia mengaku tak ada persoalan dipindah ke mana pun. “Kalau jadi staf ahli malah bisa makin intensif berkomunikasi dengan Bapak Gubernur,” selorohnya.

Lantas siapa pengganti Gusti Yudha? Disebut-sebut ada dua nama yang masuk daftar nomine. Keduanya adalah Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ Budi Wibowo dan Kepala Badan Diklat DIJ Moedji Rahardjo. Keduanya dinilai punya kompetensi dan memenuhi syarat menjadi asisten. “Posisinya juga senior,” lanjut sumber itu.

Mutasi juga akan dialami Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta. Dia kabarnya dipindah menjadi kepala Dinas Kebudayaan menggantikan Umar Priyono. Posisi Umar selanjutnya diplot sebagai Assekprov Keistimewaan, sebuah jabatan baru di lingkungan pemprov.

Pejabat lain yang disebut-sebut akan ikut dimutasi adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ dr Andung Prihadi Santoso. Dia disebut-sebut akan dilantik menjadi kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ. Jabatan ini sebelumnya dipegang Sigit Sapto Raharjo yang saat ini ditugaskan gubernur menjadi penjabat bupati Bantul.

“Posisi Pak Sigit kemungkinan kembali ditarik ke asisten. Belum jelas yang mana. Bisa jadi asisten keistimewaan bila plot untuk Pak Umar urung dilaksanakan,” terangnya.

Di luar Sigit, posisi Penjabat Bupati Gunungkidul Budi Antono dan Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi diperkirakan masih aman. Keduanya setelah selesai dengan tugas sebagai penjabat bupati akan dilantik dengan posisi semula. Anton, sapaan akrab Budi Antono, kembali menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIJ dan Gatot tetap sebagai kepala BPBD DIJ.

Menanggapi rencana pelantikan itu, Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Hery Sumardiyanto mengaku belum mengetahuinya. Dia mengatakan saat rapar kerja dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ dan beberapa instansi baru yang dibentuk berdasarkan Perdais No 3 Tahun 2015 tentang Kelembagaan, hal itu tak diinformasikan. “Kami tahunya untuk beberapa posisi dijalankan pelaksana tugas,” katanya.

Sesuai Perdais Kelembagaan, ada beberapa jabatan eselon II yang baru. Di antaranya kepala Satpol PP, kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, kepala Dinas Koperasi dan UKM. Juga kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan wakil kepala Dinas Kebudayaan DIJ serta sekretaris Paramparapraja.

Selain wakil kepala Dinas Kebudayaan dan sekretaris Paramparapraja, semua setingkat eselon IIa. Sedangkan wakil kepala Dinas Kebudayan eselon IIb dan sekretaris Paramparapraja eselon IIIa.

Di sisi lain, Kepala BKD DIJ R. Agus Supriyanto menjelaskan, untuk sementara waktu posisi beberapa instansi baru itu dirangkap oleh kepala SKPD lainnya dengan status Plt. “Tidak ada masalah dijalankan Plt. Nanti akan ada lelang jabatan eselon II,” jelasnya.

Pejabat yang ditunjuk menjadi Plt itu antara lain Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta merangkap menjadi Plt kepala Dinas Koperasi dan UKM. Rani Sjamsinarsi yang mengepalai Dinas PUP dan ESDM merangkap menjadi Plt kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang , serta Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Haryanta merangkap sebagai Plt kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIJ. (kus/ila/ong)