BAHANA/RADAR JOGJA
TOTAL : Guntur Cahyo Utomo bertekad untuk mengembangkan sepak bola di DIJ dengan bekal pengetahuannya.

Buktikan Sepak Bola dan Psikologi Satu Kesatuan



Sepak bola bukan hanya menyangkut teknik skill di atas lapangan. Banyak aspek yang terlibat di dalamnya. Termasuk mental (psikologi). Guntur Cahyo Utomo ingin memiliki pengetahuan komplet itu.

BAHANA, Jogja


Guntur, begitu dia disapa. Dia tidak memiliki latar belakang dari pendidikan sepak bola. Bahkan, jenjang pendidikan formal yang digeluti bukan bidang keolahragaan. Melainkan psikologi. Guntur adalah alumnus S1 dan S2 Psikologi UGM.

Nah, memiliki bekal ilmu psikologi, pemilik sekolah sepak bola (SSB) AFA ini tetap berurusan dengan psikologis manusia. Hanya saja, kemampuannya menangani mental tersebut dia terapkan di bidang olahraga sepak bola.

Berkat kemampuannya inilah dia mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan pelatih Bali United Indra Safri. Bersama Indra Safri, Guntur berhasil menorehkan prestasi cemerlang. Salah satunya adalah lolos dalam Piala Asia U-19 dan berhasil menggulung macan sepak bola Asia Korea Selatan di babak kualifikasi Pra Piala Asia.

Dia menjelaskan, bekerjasama dengan Indra Sjafri, mendapatkan sejumlah pengalaman yang berharga. Yang paling sederhana ialah memulai sesuatu dengan program yang detail dan jelas. “Dari situ kami berangkat mewujudkan program lebih ideal. Segala sesuatu yang akan dikerjakan, harus ada perencanaan dan program yang terstruktur dengan baik,” jelas Guntur kepada Radar Jogja.

Setelah tidak lagi bekerjasama dengan Indra, Guntur memilih kembali ke Jogjakarta. Saat ini, berbagai kegiatan yang berkenaan sepak bola dilakukan. Seperti mengelola SSB, mengelola lembaga pelatihan yang dia beri nama kick off dan mengelola akademi futsal.

Yang terbaru adalah menjadi asisten pelatih dan menangani Tim Futsal Planet di Liga Futsal Nusantara. Namun sayang, langkah tim yang dia tukangi gagal menuju liga super. “Tugas saya di LFN hanya sebagai asisten. Kebetulan pelatih kepala sedang ada urusan di luar negeri. Namun Planet ini jangka panjang. Kami juga mengerjakan akademi di sini,” jelasnya.

Memiliki bekal pendidikan psikologi, Guntur kini tengah menekuni kepelatihan sepak bola. Saat ini dia menargetkan untuk meraih lisensi kepelatihan B AFC.

Namun sayang, lisensi yang tengah dikejar harus tersendat. Sebab, sepak bola Indonesia beserta PSSI sebagai induk organisasi sepak bola tengah mendapatkan sanksi dari FIFA. Sehingga, proses mendapatkan lisensi dan pendidikan diberhentikan sampai sanksi tersebut dicabut. “Saat ini terus mendalami ilmu sepak bola. Sepak sepak bola dan psikologi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” pungkasnya.(din/ong)