Syauqi Soeratno

JOGJA – Forum Kajian Keadaban Kota Yogyakarta (FK3Y) telah mengadakan penelitian terkait sosok atau figur yang dinilai layak menjadi pimpinan Kota Jogja masa depan. Kriteria yang diinginkan masyarakat kota cenderung mengarah pada figur muda, energik, dan membawa semangat perubahan.

“Di antara yang muncul ada nama Syauqi Soeratno. Dia tokoh muda Muhammadiyah. Memenuhi bila didorong menjadi calon wali kota,” ungkap Direktur FK3Y Imam Samroni, kemarin (24/1).

Dari kajian FK3Y memang muncul banyak nama. Selain Syauqi, juga ada sejumlah figur lainnya seperti Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Hanafi Rais, Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto, dan anggota DPD RI Afnan Hadikusumo.

“Kajian kami sementara ini memang tokoh-tokoh muda di lingkungan Muhammadiyah. Kriteria yang kami teliti adalah mereka yang usianya di bawah 50 tahun,” bebernya.

FK3Y juga mengadakan kajian terhadap figur-figur di kalangan politisi dan birokrat. Petahana Haryadi Suyuti dan Imam Priyono, Assekda Pemerintahan Kota Jogja Ahmad Fadli, dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo juga masuk dalam kajian tersebut.

“Penilaiannya mereka figur-figur berpengalaman di bidang birokrasi. Bila disandingkan dengan anak-anak muda, bisa melahirkan sinergi kepemimpinan yang punya daya linuwih,” katanya.

Menurut Imam, mendekati Pemilihan Wali Kota Jogja 2017, nama-nama tersebut layak dipertimbangkan para pimpinan partai politik di Kota Jogja. Apalagi di lingkungan parpol selama ini ada kecenderungan mengalami krisis tokoh yang dikenal luas oleh publik.

“Pengkaderan partai selama ini belum sepenuhnya melahirkan kader yang punya elektabilitas yang mumpuni,” urai Imam.

Di pihak lain sejumlah kader muda Muhammadiyah juga mulai giat mendiskusikan arah Kota Jogja ke depan. Salah satunya seperti yang digagas Arus Muda Muhammadiyah demi Perubahan (AMMP) Kota Jogja.

Pegiat AMMP Adhi Wicaksono mengapresiasi munculnya nama-nama tokoh muda Muhammadiyah. Dikatakan, menghadapi pemilihan wali kota, Muhammadiyah hendaknya mengambil peran strategis. Sebab, Kota Jogja dikenal sebagai salah satu basis utama persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.

“Masyarakat Kota Jogja itu kangen perubahan dan ingin tokoh muda maju memimpin,” ungkapnya.

Dia juga punya pandangan senada bila tokoh muda semacam Syauqi Soeratno, diberikan kesempatan maju. Dalam catatan AMMP, Syauqi menjabat beberapa posisi strategis di Muhamamdiyah. Di antaranya wakil ketua majelis ekonomi PP Muhammadiyah, dan Badan Pembina Harian (BPH) UMY. Syauqi juga menjabat Sekjen BK BUMD Seluruh Indonesia, pernah menjadi staf ahli wali kota Jogja di masa kepemimpinan Herry Zudianto, dan GM PSIM Jogja 2006-2007.

Terpisah, Syauqi saat dihubungi enggan memberikan banyak tanggapan. Termasuk saat namanya mulai santer disebut layak menjadi calon wali kota 2017. “Kita lihat dan tunggu saja perkembangannya,” katanya sambil tersenyum saat ditemui di kediamannya di kawasan Bulaksumur, Sleman. (kus/ila/ong)