GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ANTISIPASI: Seorang petugas melakukan fogging. Fogging ukan solusi jitu untuk memberantas penularan DBD. Namun hanya memberantas nyamuk besar.
BANTUL – Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) pada tahun ini diperkirakan menurun drastis. Meskipun jumlah penderita DBD hingga pekan ketiga Januari ini sudah mencapai 66 orang.

Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Pramudi Darmawan menyatakan, jumlah penderita DBD pada tahun lalu menembus angka 1417 orang. Dari jumlah itu, 13 di antaranya meninggal dunia. Tingginya angka penderita ini karena bertepatan dengan siklus lima tahunan penularan penyakit DBD. “Pada tahun ini kemungkinan turun,” terang Pramudi kemarin (24/1).

S
esuai prediksi, jumlah penderita DBD terbanyak pada 2015 dari tiga wilayah penyangga Kota Jogja. Yaitu, kecamatan Banguntapan, Sewon, dan Kasihan. Selain berbatasan dengan Kota Jogja, banyaknya penderita DBD di tiga kecamatan ini karena padatnya penduduk. Pramudi menyampaikan, 13 penderita DBD yang meninggal dunia mayoritas masih anak-anak.

Kendati diperkirakan pada tahun ini menurun, Dinkes sebagai leading sector bersama dengan satuan kerja perangkat daerah terkait tetap meningkatkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Diharapkan masyarakat juga meningkatkan hal serupa. Mengingat, fogging bukan solusi jitu untuk memberantas penularan DBD. Fogging hanya memberantas nyamuk besar.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Panembahan Senopati Atthobari menambahkan, dibanding periode yang sama pada tahun lalu, jumlah pasien DBD yang ditangani RSUD pada pekan ketiga bulan Januari ini mengalami penurunan cukup drastis. Sejauh ini, RSUD menerima pasien DBD 16 orang. “Januari tahun lalu 54 pasien,” sebutnya.

Pasien DBD yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati didominasi usia di bawah 18 tahun. Dari jumlah itu, hanya 4 pasien yang dikategorikan dewasa. Dikatakan Atthobari, ada sejumlah faktor yang menyebabkan turunnya penderita DBD pada awal tahun ini. Di antaranya, cuaca. “Juga, bukan siklus lima tahunan penularan DBD,” tambahnya.(zam/ong)