GUNAWAN/Radar Jogja
MENCEKAM: Polantas berhasil melumpuhkan teroris yang beraksi di simpang empat Kepek, Wonosari, dalam simulasi penanganangan terorisme Sabtu (23/1).
GUNUNGKIDUL – Banyak kasus terjadi, pelaku terorisme menjadikan polisi lalu lintas (polantas) sebagai sasaran empuk. Itu tidak lepas dari tugas polantas yang selalu bersentuhan langsung dengan lapisan masyarakat.

Sebagai langkah antispasi, Satlantas Polres Gunungkidul menggelar simulasi penanganan aksi terorisme. Tidak tanggung-tanggung, simulasi diseting dalam sebuah adegan menyeramkan.

Simulasi berlangsung di simpang empat Kepek, Wonosari, Sabtu (23/1). Dimulai dengan akting kesibukan personel melakukan pengaturan lalu-lintas. Tidak lama berselang muncul seseorang membawa tas ransel pura-pura bertanya dengan polisi di Pospol. Karena curiga, polisi kemudian menanyakan identitas orang itu.

Secara mengejutkan, orang tak dikenal itu terlihat menarik sesuatu dari ransel di badan. Duarrr…terdengar dentuman keras. Ternyata pria yang mengenakan ransel itu meledakkan dirinya dengan bom. Pelaku dan polisi terkapar.

Di tengah kepanikan, pelaku teror ternyata tidak sendirian. Seorang rekannya di jalan raya mengacungkan senjata api dan memuntahkan peluru secara membabi buta ke arah warga sipil.

Anggota polantas lainnya bergegas mulai mengendalikan situasi. Terjadi baku tembak antara teroris dan petugas lalu lintas. Kemampuan menembak petugas yang cukup handal, akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Andrey Valentino mengatakan, simulasi merupakan antisipasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel terhadap gangguan teror. Pelatihan dilakukan agar petugas siap jika sewaktu-waktu bahaya benar mengancam.

“Kami berlatih simulasi secara riil agar anggota di lapangan mampu dan memahami apa yang harus dilakukan jika ada teroris. Anggota lantas merupakan salah satu etalase Polri. Dalam hal kerawanan bertugas, polantas lebih mudah dijadikan sasaran para pelaku teror,” kata Andrey.

Selain berlatih dalam penanganan terorisme, anggota juga melakukan latihan tembak di Pusat Latihan Tempur (Puslatur) TNI, Kecamatan Paliyan.

Sementara itu, Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, anggota lantas harus peka terhadap situasi lingkungan. Anggota di lapangan diminta melaksanakan tugas dengan lebih humanis.

“Konsep senyum sapa salam tetap diutamakan dalam pelayanan masyarakat dan bekerja sesuai SOP (standar operasional prosedur) Polri,” kata Ngadino. (gun/laz/ong)