GUNTUR AGA/RADAR JOGJA
BAGIKAN SIKAT GIGI: Anggota Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Sleman menggelar aksi sosial dengan membagikan sikat dan pasta gigi kepada sejumlah bocah di kawasan Tugu Jogja, Minggu (24/1).
JOGJA – Edukasi kesehatan gigi terus dilakukan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sleman. Upaya ini diwujudkan dengan pembagian sikat dan pasta gigi gratis di beberapa titik di Jogjakarta, Minggu pagi (24/1). Kampanye kesehatan ini melibatkan 100 dokter gigi yang langsung turun ke jalan.

Selain membagikan sikat dan pasta gigi, para dokter ini juga membagikan selebaran. Isinya berupa imbuan untuk menjaga kesehatan. Sebab, kesehatan gigi sangat penting bagi manusia. Kaitannya dengan kesehatan pencernaan, juga meningkatkan rasa percaya diri.

“Kampanye edukasi ini dilakukan dalam rangka hari jadi ke-66 PDGI se-Indonesia. Melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat di lapangan,” kata Ketua PDGI Sleman Dr drg Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), kemarin.

Diungkapkan, angka periksa gigi di DIJ belum ideal. Ini karena masyarakat belum sadar untuk memeriksakan gigi secara rutin. Sedangkan gigi tetap butuh perawatan layaknya tubuh manusia yang lainnya. Minat untuk periksa baru terlaksana ketika sakit melanda.

Padahal gigi termasuk bagian tubuh manusia yang rawan. Ini karena gusi sebagai penopang gigi memiliki syaraf-syaraf. Jika sakit gigi dibiarkan akan berakibat buruk pada kesehatan organ tubuh lainnya. Imbasnya, tentu menggangu aktivitas.

“Itulah mengapa edukasi dengan terjun ke jalan seperti ini penting. Melakukan pendekatan yang lebih mendalam. Masyarakat pun tak ragu untuk bertanya pada dokter-dokter ini,” terangnya.

Sementara itu, aksi simpatik ini mengundang antusiasme warga yang melintas. Terbukti beberapa warga menghentikan kendaraannya ketika melintas di simpang empat Tugu Pal Putih. Selain di kawasan ikon Jogjakarta, aksi ini juga digelar di kawasan sunday morning UGM, simpang empat Mirota Kampus, simpang tiga Colombo, dan beberapa titik lainnya.

Ahmad menjelaskan, aksi simpatik dilaksanakan serentak oleh PDGI seluruh Indonesia. Tujuannya, mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga tidak akan ada lagi kesan momok mengerikan ketika bertemu dokter gigi. “Jangan tergoda oleh pihak-pihak yang memang bukan ahlinya dalam profesi dokter gigi. Ini sangat membahayakan kondisi pasien sendiri. Jangan mengambil risiko,” ujarnya. (dwi/ila/ong)