SLEMAN- Selama tiga hari berturut-turut wilayah Sleman dilanda angin kencang yang diikuti hujan deras disertai petir. Gejala alam tersebut harus menjadi perhatian agar tak menimbulkan dampak negatif dan kerugian di masyarakat.

Mengacu bebrapa pengalaman, kawasan rawan petir berada di dataran tinggi. Seminggu lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima laporan adanya seekor sapi mati akibat tersambarpetir di Desa Purwobinangun, Pakem. Setahun lalu, kejadian serupa menimpa kawasan Pakem. Bahkan, petir menyambar rumah penduduk menembus dinding tembok.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengimbau warga, khususnya di wilayah Cangkringan, Turi, dan Pakem meningkatkan kewaspadaan ancaman petir. “Di area itu sering dijumpai awan Cumulunimbus. Gejala timbulnya petir,” jelasnya kemarin (25/1).

Sekitar pukul 18.00 kemarin, BPBD Sleman menerima laporan terjadinya hujan es di wilayah Tunggularum, Wonokerto, Turi. Sebelumnya, hujan disertai petir melanda kawasan Turi, Pakem, Ngaglik, dan Sleman. Kejadian itu mengakibatkan sedikitnya 21 pohon perindang ambruk. “Tercatat 11 rumah mengalami rusak ringan, dan dua lainnya rusak sedang,” kata Julisetiono Dwi Wasito.

Tak kalah penting, bangunan gedung tinggi harus diwaspadai. Kepala Badan Meteorologi Klimtologi dan Geofisika Jogjakarta Tony Agus Wijaya mengingatkan bahwa alat penangkal petir yang biasa dipasang di gedung-gedung bertingkat bukanlah sarana yang berfungsi sebagaimana nama penyebutannya. “Jadi bukan untuk menangkal petir. Itu untuk merambatkan aliran listrik ke tanah supaya tak kena langsung bangunan,” jelasanya.

Tony mewanti-wanti para pemilik alat elektronik agar lebih waspada saat hujan dan petir. Terutama televisi dan perangkat radio amatir. Warga diimbau tidak menyalakan perangkat tersebut selama hujan. Selain itu, menggunakan telepon seluler di ruang terbuka dan berlindung di bawah pohon saat hujan juga harus dihindari. “Hati-hati juga jika sedang berada di sawah. Segera berlindung. Sebab, petir menyasar bagian tertinggi di area sekitar,” katanya.(yog/din/ong)