SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekprov DIJ Sulistyo.

JOGJA – Pemprov DIJ sudah menyiapkan tujuh bus untuk menjemput eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal DIJ yang saat ini ditampung di asrama Haji Donohudan, Boyolali. Penjemputan direncanakan dilaksanakan Kamis pagi (28/1), dan langsung dibawa ke penampungan di Youth Center Sleman.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekprov DIJ Sulistyo mengungkapkan, penjemputan dilakukan dengan melibatkan personel dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta Kepolisian dan TNI. “Sebelumnya ada tim identifikasi yang berangkat dulu untuk mendata bekerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah (Jateng),” ujar Sulis usai memimpin rapat pemulangan dan penanganan warga DIJ eks Gafatar di Kepatihan, kemarin (25/1).

Penjemputan juga sesuai dengan ketentuan Pemprov Jateng yang memberi waktu tiga hari setelah kedatangan di Donohudan. Begitu dijemput, terang Sulis, eks Gafatar asal DIJ akan dibawa ke Youth Center Sleman.

“Direncanakan penampungan eks Gafatar di Youth Center juga tiga hari. Setelah itu masing-masing kabupaten dan kota di DIJ akan menjemput warga,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIJ Untung Sukaryadi mengatakan, upaya deradikalisasi akan berlangsung selama tujuh hari. Tiga hari pertama dilaksanakan di penampungan milik Pemprov DIJ, dan sisanya akan dilakukan oleh Kabupaten/Kota. Untung berharap, nantinya masyarakat bisa menerima warga eks Gafatar.

Untuk penampungan, Untung menegaskan, hanya dipusatkan di Youth Center Sleman. Sedangkan untuk logistik sudah disiapkan sekitar Rp 600 juta. Dana itu diambilkan dari APBN dan APBD untuk penanganan bencana sosial.

“Kan sudah ada pos bencana sosial, kita ambilkan secukupnya. Begitu datang, dapur umum akan segera didirikan,” tuturnya.

Diungkapkan, pendataan terakhir yang diterima terdapat 338 orang. Kesemuanya menempati asrama Haji Donohudan. Mereka terdiri dari 294 orang yang berangkat menggunakan kapal laut, dan sudah merapat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang kemarin (25/1). Selain itu, terdapat 44 orang yang tiba dengan menumpang pesawat. Di luar itu dikabarkan juga terdapat lima orang eks Gafatar asal DIJ yang saat ini berada di penampungan Jakarta.

Terpisah, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, akan meminta instansi terkait untuk berkoordinasi lebih lanjut membicarakan nasib mereka. HB X menyarankan bila warga eks Gafatar sudah terbiasa bertani di camp, maka bisa dicarikan lokasi untuk bertani. Namun, dia menegaskan tidak akan memberikan lahan secara cuma-cuma. “Nanti jadi masalah baru karena ada kecemburuan sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, apabila ada PNS sudah beberapa bulan tidak bekerja dan menjadi korban Gafatar, tetap akan diterima. “Tidak perlu dipecat,” tuturnya di temui di sela Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Jogja Expo Center (JEC), kemarin.

Yuddy mengatakan, jika yang bersangkutan mengaku dan menyadari kesalahannya, akan diberikan toleransi untuk bisa bekerja lagi.

Ketika ditanya apakah sudah ada laporan tentang PNS yang menjadi anggota Gafatar, Yuddy mengatakan laporan resmi belum ada. Tapi diakuinya terdapat ASN/PNS yang diduga ikut Gafatar seperti dari Batam.

“Apabila ada ASN yang terbukti menjadi anggota Gafar akan kami berikan peringatan secara tertulis untuk mundur dari orgasasi tersebut,” katanya. (pra/ila/ong)