GUNUNGKIDUL – Daging sapi yang dijual di Gunungkidul ternyata tidak murni sapi. Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak, dan Diagnostik Kehewananan (BPBPTDK) DIJ menemukan kasus daging sapi dicampur dengan babi. Temuan itu terbanyak dibanding daerah lain, seperti Bantul maupun Kulonprogo. 
Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Krisna Berlian mengakui adanya temuan tersebut. “Iya, ada temuan pecampuran daging sapi dengan daging babi. Masalah ini akan kami tindaklanjuti dengan melakukan penelusuran di lapangan,” kata Krisna Berlian, kemarin (25/1).
Diakui, peredaran daging babi memang menjadi polemik. Untuk itu pihaknya berusaha untuk melakukan antisipasi upaya nakal pengepul mencampur daging yang diharamkan untuk umat Islam tersebut. “Untuk antisipasi, kami akan mencari pengepul-pengepul besar yang berani mencampur daging babi ke dalam daging sapi, sehingga tidak merugikan masyarakat (konsumen),” tegasnya.
Dengan adanya temuan tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat agar jangan khawatir. Krisna berjanji mengusut tuntas kasus ini dan melakukan pembinaan bagi pedagang yang nakal.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindakop ESDM) Hidayat. Dia mengatakan, dari hasil koordinasi yang dilakukan, telah ditemukan sebanyak enam penjual daging sapi nakal mencampur daging sapi dengan daging babi. “Upaya pembinaan sedang dilakukan,” kata Hidayat.
Penjual nakal lain juga sudah terdata, sehingga kini dalam pengawasan ketat. Dia berharap para pedangan tidak culas demi mengeruk keuntungan pribadi. “Pembeli juga harus tahu dan menerima informasi daging yang dibeli, apakah daging sapi atau sudah campur dengan daging babi,” ucapnya. (gun/jko/ong)