HENDRI UTOMO/Radar Jogja
SEPI PEMBELI: Salah satu pedagang daging ayam di los daging Pasar Wates, Kulonprogo, mengeluhkan sepinya pembeli, kemarin (25/1).



KULONPROGO – Fenomema mengejutkan terjadi untuk jual beli daging ayam di pasaran Kulonprogo. Aneh, karena terjadi kenaikan harga hampir setiap hari dalam dua pekan terakhir. Yang menarik lagi, yang mengeluh malah pedagangnya, bukan konsumen.

Sarinten, 57, salah satu penjual daging ayam di Pasar Wates mengatakan, kenaikan harga terjadi secara bertahap Rp 1.000 per hari. “Dua minggu lalu harga daging ayam Rp 28 ribu per kilogram, setiap hari naik Rp 1000, dan seminggu ini harganya sudah mencapai Rp 36 ribu per kilogram,” katanya, kemarin (25/1).
Menurutnya, fluktuasi harga daging ayam telah menyebabkan pasar menjadi sepi. Sebelum harga naik, sehari dia bisa menjual tiga kwintal daging ayam, dan sekarang hanya sekitar dua kwintal. Pembelinya bisanya adalah pengusaha rumah-rumah makan dan mie ayam.
”Harganya naik, katanya karena stok ayam kurang. Saya tidak tahu, harga yang tidak normal ini sampai kapan akan berlangsung, pastinya hingga saat ini masih terus naik, dan penjualan menjadi sepi,” ujarnya.
Sepinya pembeli juga dikeluhkan pedagang daging sapi. Harga daging sapi stabil di titik tinggi, Rp 115 ribu per kilogram. Kenaikan harga sempat terjadi bulan Desember 2015 lalu.
”Harganya stabil, naik akhir tahun lalu dari Rp 105 ribu per kilogram kini menjadi Rp 115 ribu per kilogram. Dua pekan ini pembelinya sepi, sehari paling hanya jual 10 kilogram, padahal sebelumnya bisa menjual 20 kilogram dalam sehari,” ujarnya. (tom/jko/ong)