RADAR JOGJA FILE
HARUS SIGAP: Masyarakat di sekitar pantai harus dibekali kesiapan untuk melakukan penanganan yang tepat untuk mamalia laut yang terdampar seperti ini.
BANTUL – Mengantisipasi tewasnya hewan mamalia laut yang terdampar, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) membekali para nelayan dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di pesisir pantai selatan dengan kemampuan khusus.
Kabid Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul Yus Warseno mengatakan, jumlah hewan mamalia laut yang terdampar di pesisir pantai selatan, baik di wilayah Bantul, Gunungkidul, maupun Kulonprogo cukup banyak. Pada 2015, misalnya, ada tiga hewan mamalia yang terdampar di pesisir selatan Bantul. “Paling banyak hiu,” jelas Yus Warseno kemarin (25/1).

Yus menegaskan, upaya penanganan hewan mamalia terdampar membutuhkan kemampuan khusus. Agar hewan-hewan laut seperti hiu dan lumba-lumba yang dilindungi pemerintah dapat diselamatkan dan dikembalikan ke laut. “Pelatihan yang kami laksanakan pekan lalu menekankan pada bagaimana memperlakukan mamalia terdampar,” ujarnya.

Pelatihan dihelat di kawasan Pengklik Pantai Samas. Ada 30 orang perwakilan dari kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo yang terlibat. Selain teori, pelatihan yang baru pertama kali digelar ini juga memberikan ruang praktik penanganan.

Menurutnya, masyarakat masih belum memahami bagaimana memperlakukan hewan mamalia yang terdampar karena terseret arus. 
”Prinsipnya, ketika ada hewan mamalia yang terdampar sebenarnya bisa dikembalikan lagi ke laut,” jelasnya.

Dia berharap melalui pelatihan ini hewan mamalia yang terdampar dapat diselamatkan lagi dengan dikembalikan ke habitatnya.(zam/din/ong)