SLEMAN – Kasus kekerasan seksual kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, kemarin (25/1). Kasus kali ini menyeret seorang pengusaha penginapan MD, yang melakukan kekerasan seksual terhadap KJ, yang tak lain adalah teman anaknya sendiri.

Perbuatannya itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daru Triastuti di depan Hakim Ninik Hendras.

Dalam surat dakwaan, diketahui terdakwa MD melakukan aksinya sebanyak dua kali disertai dengan ancaman pada saksi korban. Peristiwa pertama dilakukan pada Agustus 2015, saat saksi korban berkunjung ke rumah terdakwa.

“Korban berada di sana sampai sore untuk mengunjungi temannya. Terdakwa menawarkan akan mengantar korban ke rumah. Tetapi di tengah jalan berubah pikiran dan mengarahkan sepeda motornya ke penginapan miliknya,” kata jaksa yang membacakan dakwaan di depan hakim.

Peristiwa serupa terjadi lagi pada 30 Agustus 2015. Korban diajak ke salah satu penginapan. Kemudian dipaksa melakukan hal yang sama. Namun tindakan kedua kali ini disertai ancaman dan kekerasan.

“Korban diancam akan dibakar kalau tidak mau melayani nafsu terdakwa. Saat itu mulut korban juga dibekap dengan kain dan diancam akan dipukul dengan batu kecil jika berteriak,” imbuh jaksa.

Adapun terdakwa tidak melakukan eksepsi dan menerima dakwaan ini. Atas perbuatannya terdakwa didakwa melanggar pasal 285 KUHP.(riz/hes/ong)