GUNUNGKIDUL – Aktivitas penambangan tanah di wilayah Kecamatan Patuk dihentikan oleh kepo-lisian dari Polres Gunungkidul. Aksi penambangan yang sudah beroperasi lebih dari satu minggu itu kemudian dipastikan ilegal. Lokasinya tidak jauh dari Pos Polisi (Pospol) Sambi Pitu, Desa Bunder.Informasi yang dihimpun Radar Jogja, penggrebekan lokasi tambang berlangsung kemarin (26/1). Seorang pelaku berinisial Suki, warga Bantul, diamankan. Ke-mudian empat pekerja masing-masing Eko Nurtanto, 30, warga Magelang; Maryono, 43, warga Patuk, Gunung-kidul; Sugeng, 33, warga Sleman dan Arivin Widayan-to, 33, hanya dimintai keterangan. Dalam kesempatan itu barang bukti berupa satu unit backhoe dan satu unit truk disita petugas.Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, penertiban penambangan liar bermula dari informasi masyarakat. Setelah dikroscek, pemilik usaha pertambangan tidak bisa menunjukkan izin, sehingga kegiatan ditutup paksa. “Satu pelaku dan peralatan yang digunakan untuk menambang sudah kami amankan. Sekarang pela-ku penambangan ilegal masih dimintai keterangan,” kata Mustijat.Dia menjelaskan, dari keterangan pelaku aktivitas penambangan tanah uruk itu sudah berjalan seki-tar 10 hari. Tanah yang diambil dari lokasi tambang digunakan untuk menguruk bangunan ruko tidak jauh dari lokasi. “Pelaku dijerat dengan UU No 4 Tahun 2009 ten-tang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya.Sementara itu salah seorang warga setempat men-gatakan, lokasi penambangan tidak jauh dari Pospol Sambi Pitu. Jalan keluar masuk truk pengangkut tanah uruk cukup berbahaya karena menanjak dan langsung ketemu dengan jalan raya. “Jarak penambangan dengan pos polisi tidak jauh,” kata warga yang meminta namanya tak disebut.Di bagian lain, Pemkab Gunungkidul telah mengi-rimkan 27 rekomendasi kepada Pemprov DIJ ter-kait pengajuan izin pertambangan oleh pelaku usaha tambang. Namun dari 27 rekomendasi yang dikirimkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), tidak semua direkomendasikan untuk diberikan izin. (gun/laz/ong)