BANTUL – Kecurigaan Polres Bantul ter-hadap salah satu warga Bambanglipuro, Bantul yang bergabung dengan gerakan radikal Negara Islam Irak Suriah (NIIS) atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tahun lalu, ternyata bukan isapan jempol. Salim Rosyid, 28, salah satu warga Kelura-han Sumbermulyo, Bambanglipuro dika-barkan bergabung dengan ISIS dan tewas di Suriah. Hanya, hingga saat ini belum diketahui penyebab kematiannya meski Salim Rosyid dikabarkan meninggal bulan Mei 2015 silam
Salah satu saudara Salim Rosyid membenarkan perihal kepergi-annya ke Suriah. “Pernah ngo-mong (pamit) langsung, tapi tidak diperbolehkan oleh bapak-ibunya,” terang sepupu Salim Rosyid yang enggan disebutkan identitasnya saat ditemui di ru-mahnya, kemarin (26/1).

Meski begitu, pria kelahiran 12 November 1988 tersebut akhirnya tetap nekat berangkat ke Suriah pada akhir 2014. Dia bercerita, Salim Rosyid baru memberitahu keluarga melalui ponsel setelah sampai di Suriah. Kepada keluarga, Salim Rosyid mengaku berangkat ke Suriah dari Jakarta. “Dari Jakarta ke Thailand, lalu ke Turki. Masuknya (ke Suriah) dari Turki melalui jalan darat,” tuturnya.

Sebetulnya, kata dia, Salim Rosyid telah berkeluarga dan memiliki dua anak. Istrinya be-rasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Ironisnya, sang istri yang ber-nama Ulfa Sholihah beserta keluarganya justru mendukung langkah Salim Rosyid untuk bergabung dengan kelompok Daesh ini. “Kalau di Solo, di kampungnya (istri Salim Rosyid) ada orang yang mau pergi berjihad memang hal yang wajar. Nggak ada yang aneh,” ungkapnya.

Bahkan, dia melanjutkan, se-jumlah tetangga Ulfa Sholihah mengetahui bila Salim Rosyid memang tewas di Suriah. Ka-rena mengetahui suaminya tewas, Ulfa Sholihah beberapa waktu lalu menikah kembali dan ber-pindah kependudukan ke Suko-harjo. “Dulu setelah menikah dengan Salim Rosyid, Ulfa Sho-lihah sempat menjadi penduduk Sumbermulyo,” tuturnya.

Menurutnya, mereka menikah pada 2009. Setelah menikah keduanya tinggal di Jakarta. Yang pasti, Ulfa Sholihah di mata warga Sumbermulyo dikenal sebagai sosok yang tertutup. “Ka-lau keluar paling ke masjid dan mengaji,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan sosok Salim Rosyid? Sepengetahuan-nya, Salim Rosyid berubah dras-tis selepas lulus SMA. Pemuda yang semula hobi balapan se-peda motor tersebut berubah menjadi sosok yang taat. Namun, ironisnya, dia juga pernah ber-gabung dengan salah satu orga-nisasi masyarakat (ormas) garis keras.

Sementara itu, Kapolres Ban-tul AKBP Dadiyo menyatakan, belum mendengar perihal ada-nya warga Bantul yang diduga bergabung dengan ISIS dan tewas di Suriah. “Sampai saat ini kita belum termonitor orang-orangnya,” jelasnya.Dadiyo mengungkapkan, belum mengantongi data-data pendu-duk warga Bantul yang ditenga-rai bergabung dengan ISIS. “Saya juga belum bisa memastikan tidak adanya warga Bantul yang bergabung,” ujarnya.Pernyataan ini berbeda dengan yang dilontarkan mantan Kapol-res Bantul AKBP Surawan. Kala masih menjabat sebagai Kapol-res Bantul, dia mengungkapkan, ada dua warga Bantul yang di-tengarai pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. Kedua-nya warga Banguntapan dan Bambanglipuro. (zam/ila/ga/ong)