Suharto
Koordinator Kesiswaan SMPN 4 Depok

MINAT baca siswa terhadap buku dapat dikatakan menurun setelah adanya gadget. Siswa cenderung memilih googling dibanding mencari rentetan buku yang terdapat di barisan rak perpustakaan.

Namun, inilah yang harusnya menjadi tantangan sekolah. Mengajak para siswa untuk tetap membaca buku. Lewat kebijakan sekolah, kami juga mewajibkan anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan setiap hari. Tujuannya, supaya mereka mulai menanamkan kecintaannya terhadap perpus sekolah. Cinta perpus, gemar membaca.

Saya juga pernah menjadi pengawas perpustakaan. Demi meningkatkan minat baca anak, saya juga turut membelikan buku-buku cerpen aliran Indonesia, Timur Tengah, ataupun dunia barat. Harapannya agar anak-anak tertarik membaca buku.

Sekarang pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan adanya literasi membaca cerpen sebelum jam sekolah. Ini juga menjadi gebrakan dalam menanamkan kesukaan membaca buku.

Dorongan membaca buku juga didukung pemerintah lewat kenyamanan perpustakaan dan museum. Fasilitas yang lengkap akan ilmu pengetahuan terpampang nyata sebagai usaha pemerintah menarik siapapun dalam membaca buku sekaligus belajar budaya.

Semoga anak-anak tetap kritis menanggapi informasi yang diperoleh dengan menjadikan buku sebagai patokan kebenarannya. Jangan malas dan tetaplah membaca buku.

Ibarat menuangkan air dalam botol. Setetes demi setetes, perbanyaklah ilmu dengan membaca secara rutin. Karena banyak pepatah yang mengatakan, banyak membaca banyak tahu. (val/iwa/ong)