DINAS Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ menjamin keberlanjutan pen-didikan bagi anak-anak warga DIJ eks Gafatar. Mereka akan diterima di sekolah-sekolah di DIJ tanpa ada pembedaan, atau pengelompokan. “Mereka tetap bisa bersosiali-sasi dengan anak-anak yang lain sekolah, dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Kepala Dis-dikpora DIJ Kadarmanta Bas-kara Aji ketika ditemui di Ke-patihan, kemarin (27/1).

Untuk kepentingan jaminan sekolah bagi anak-anak warga eks anggota Gafatar ini, pihak sekolah diminta memberikan perhatian lebih. Agar semua lancar, pihak dinas akan mem-berikan pembekalan terhadap para guru tentang mekanisme pengawasan dan pembinaan yang tak sampai mengganggu kegiatan siswa. “Kami akan mengkoordinir guru agama dan Bimbingan Kon-seling untuk memantau dan men-dampingi mereka,” ungkapnya.Selain itu, Disdikpora DIJ juga akan membantu para orang tua anak-anak eks anggota Gafatar yang sudah tak memiliki biaya untuk menyekolahkan anaknya. Yakni dengan mengupayakan keringanan biaya maupun men-carikan beasiswa. “Ini akan men-jadi perhatian kami,” ucapnya.

Bila ada siswa yang dulu seko-lah di lingkungan DIJ dan sem-pat berhenti lama karena ikut eksodus bersama orangtuanya ke Mempawah, Kalimantan Barat, Aji mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan supaya tidak dikeluarkan dari sekolah lama. “Nanti kami bantu, tapi sampai sekarang belum ada laporan itu (siswa ikut Gafatar),” terangnya.Sementara untuk keterlibatan dalam pendampingan anak-anak eks Gafatar di Youth Center, Aji mengatakan, masih akan dikaji bersama. Salah satunya terkait dengan waktu penampungan di Youth Center yang hanya tiga hari. “Bila waktu karantina ber-langsung lama, kemungkinan kami akan menggelar beberapa proses pendidikan khusus, ter-masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pen-dapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo mengaku masih menunggu usulan besaran dana dan kajian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ maupun kabupaten/kota. Hal itu yang akan menjadi dasar bagi Gubernur DIJ untuk mengeluarkan surat keputusan. “Diambilkan dari dana tak ter-duga, seperti gempa dulu, bisa saja, tapi harus ada dasarnya,” ujar pejabat yang akrab disapa BWH ini.BWH mengaku belum bisa memperkirakan berapa angga-ran yang diperlukan selama proses penjemputan hingga pe-mulangan. Terlebih sampai saat ini, data jumlah eks Gafatar asal DIJ yang beredar belum pasti. (pra/ila/jko/ong)