JOGJA – Kepastian tim sepak bola DIJ untuk mengikuti Pra PON Maret mendatang ternyata menimbulkan kekhawatiran Asprov PSSI DIJ. Asprov PSSI DIJ khawatir keikutsertaan dalam Pra PON justru akan mendapat sanksi dari PSSI.

Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto mengatakan, sebagai anggota PSSI, Asprov memang harus tunduk kepada kebijakan yang dibuat pusat. Maka, bila PSSI tidak dilibatkan dalam penyelenggaraan PON, organisasi yang ada di daerah mempertimbangkan kembali keikutsertaannya.

“Adanya sanksi memang belum pasti. Namun kami menerima informasi mengenai mengenai saknis terhadap Asprov yang mengirimkan timnya ke Pra-PON,” jelas Dwi Irianto kemarin (27/1).

Pria yang akrab disapa Mbah Putih ini mengaku pengiriman tim sepak bola DIJ ke Pra-PON memang sempat menjadi polemik. Awalnya, meski tim sudah terbentuk sejak lama dan sempat mengikuti Pra-PON di Jateng yang akhirnya dibatalkan. Asprov PSSI DIJ berencana untuk menarik diri dari keikutsertaan mereka di babak kualifikasi tersebut.

Diakuinya, hal itu tak terlepas dari tidak dilibatkannya PSSI dalam gelaran Pra-PON. Sehingga, Asprov sendiri menyerahkan keikutsertaan tim sepakbola Pra-PON DIJ kepada KONI DIJ. “KONI memang memberikan dukungan agar Asprov PSSI DIJ mengirimkan tim sepak bola. Sikap KONI ini patut kami apresiasi. Namun harus diingat kami anggota PSSI,” jelasnya.

Meski keputusan sanksi belum ada, Mbah Putih mengatakan, sinyal adanya sanksi menguat setelah gelaran Pra-PON. Ini disebabkan panpel yang dipegang oleh Asprov PSSI dan PB PON disupervisi Tim Transisi yang dipgang oleh orang-orang yang bersebarangan dengan pengurus PSSI.

Apalagi, ekhawatiran Asprov didukung dengan komposisi panpel Pra-PON diisi orang-orang yang memang ingin menjatuhkan kepengurusan PSSI saat ini. “Dengan kondisi seperti ini kami berharap PSSI merespons kondisi yang saat ini terjadi di daerah-daerah. Terutama kepastian mengenai sanksi. Sehingga Asprov di daerah pun tidak gamang,” jelasnya.

Dia menyebut, balau sudah ada kepastian dari PSSI, pihaknya bisa langsung segera menententukan sikap. “Belum adanya kepastian bisa jadi dikarenakan PSSI masih menunggu hasil putusan kasasi sengketa mereka dengan Kemenpora yang akan dibacakan Februari mendatang,” tandasnya. (bhn/din/ong)