Axeline Astrid
MC dan Announcer

AKU termasuk maniak baca buku. Baik buku pelajaran maupun novel. Dulu, sebulan sekali biasanya beli dua buku bacaan untuk menambah koleksi. Namun, sekarang, saking sibuknya kuliah dan sering main, jadi jarang beli buku. Karena menghemat uang jajan. Makanya perpustakaan menjadi alternatif untuk dikunjungi agar hobi baca terus tersalurkan.

Sekarang telah banyak cafe yang berkonsep perpustakaan. Tapi perpustakaan tetap menjadi primadona di hatiku. Sebab banyak juga perpustakaan yang sekarang terus berbenah. Selain untuk menarik minat baca, perpustakaan juga menjadi alternatif belajar bersama teman-teman.

Menciptakaan perpustakaan yang ideal untuk anak muda agar betah nongkrong, yang pertama harus ada adalah koleksi buku lengkap. Baik buku pelajaran maupun buku bacaan.

Kedua, tempat yang nyaman. Walaupun koleksi buku di perpustakaan tersebut lengkap, kalau tempatnya menyeramkan bikin mikir dua kali untuk berkunjung kembali perpustakaan itu.

Selain itu, desain yang menarik juga jadi nilai tambah. Selain bisa baca buku, bisa juga untuk selfie di perpustakaan yang fotoable untuk diupload. Dan ga kalah penting buatku adalah, penjaganya ramah serta peminjaman buku ngga ribet.

Anak muda masa kini adalah pencari wifi. Kalo memang ada perpustakaan dengan konsep yang menarik dan photoable ditambah wifi yang kenceng pasti akan diburu. Tapi tetap saja balik lagi ke tujuan utama perpustakaan, yakni gudangnya buku.

Perpustakaan adalah tempat yang nyaman untuk meminjam buku tanpa harus bayar. Tapi tetep harus dijaga bukunya jangan dirusak. Ngga perlu ke cafe tiap hari buat jadi gaul, cukup nongkrong di perpustakaan dan baca banyak buku.

Jadi, kunjungi perpus bukan sebagai tempat untuk cari bahan doing. Tapi jadiin perpustakaan sebagai tempat nongkrong untuk mencari sesuatu yang ada dalam buku. (rin/iwa/ong)