Hendri Utomo/Radar Jogja
PETANI TEH: Aktivitas petik daun teh di perkebunan teh di Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo. Mereka mengeluhkan rendahnya harga jual daun teh.
 
KULONPROGO – Petani teh di Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, mengeluhkan rendahnya harga jual daun teh. PT Pagilaran selaku mitra bisnisnya hanya membeli dari petani Rp 1.000 per kilogram, padahal harga di Jawa Barat mencapai Rp 2.000 per kilogramnya.

“Karena harganya murah, kita sangat kesulitan untuk bertahan,” ucap Murtono dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Menoreh Jaya saat menerima kunjungan Pemkab Kulonprogo, kemarin (27/1).

Murtono mengatakan, tahun lalu petani masih mendapatkan subsidi dari pemerintah DIJ, setiap kilogramnya mereka mendapatkan subsidi Rp 250. Sehingga harga pembelian yang diterima petani mencapai Rp. 1.250.

“Namun mulai tahun ini sudah tidak mendapatkan subsidi lagi. Sementara PT Pagilaran selama ini hanya membeli Rp 1.000 per kilogram,” katanya.

Dijelaskan, harga yang murah itu menjadi ancaman serius bagi kelangsungan budidaya tanaman teh. Petani menjadi malas dalam merawat tanaman yang ada. “Kita sudah MoU dengan Pagilaran, jadi harapan kita mereka mau menaikkan harga,” jelasnya.

Kabag Humas dan TI Setda Kulonprogo Rudy Widyatmoko mengatakan, Pemprov DIJ sebenarnya telah banyak memberikan perhatian kepada para petani teh. Usulan pembangunan embung juga sudah direalisasikan, meski debit airnya belum maksimal.

Bahkan juga memberikan dana untuk pengadaan bibit dan penyediaan lahan Sultan Ground (SG) untuk dijadikan ekstensifikasi pertanian. “Harapan kita dengan bibit yang baru bisa menyulami atau menggantikan tanaman yang lama agar tetap produktif,” ucapnya.

Menurut Rudi, selain pucuk teh, juga ada beberapa komoditas lain yang bisa diolah para petani teh. Di antaranya teh putih yang merupakan pucuk teh yang dipetik pada subuh sebelum matahari terbit.

“Teh ini banyak diminati pasar, selain benalu teh. Pemkab juga terus membantu promosi, dan penjualan melalui pameran. Termasuk dijadikan oleh-oleh kepada tamu yang datang ke Kulonprogo,” ujarnya. (tom/laz/ong)