HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TERJUN LANGSUNG: Wabup Kulonprogo Drs H Sutedjo ikut bergotong royong bersama masyarakat membedah rumah milik Parja, warga Sentul, Banjararum, Kalibawang
KULONPROGO – Sebanyak 69 KK dari 153 KK warga Pedukuhan Sentul, Banjararum, Kaliwabang, Kulonprogo, masih hidup di ba-wah garis kemiskinan. Bahkan 17 rumah di pedukuhan tersebut masuk kategori tidak layak huni, dan tiga unit lainnya masih dalam proses rehab.Kepala Dusun Sentul Gino meng-ungkapkan, warga sangat ber-harap ada bantuan dari berbagai pihak, termasuk program bedah rumah swadaya yang rutin di-lakukan. Minggu (24/1), Parjan, warga Sentul, mendapat bantuan bedah rumah senilai Rp 10 juta, sumber dana di antaranya dari Desa Sejahtera Mandiri Kemensos RI.Bedah rumah dihadiri Bazda, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kulonprogo. Parjan dan istri sempat terharu dan bahagia ketika dibuatkan rumah layak huni yang langsung dihadiri Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo beserta unsur SKPD terkait. îApalagi bapak Wakil Bupati dan rombongan ikut terjun langsung bergotong royong, terima kasih se-kali,î kata Parjan. Wabup Soetedjo mengatakan, warga miskin menjadi tanggung jawab bersama, bupati, wakil bupati sampai kepala dusun memiliki tanggung jawab moral untuk membantu, temasuk ma-syarakat yang mampu dan para donatur. îKita akan dimintai pertanggung-jawaban hingga akherat kelak,î ucap Sutedjo. Ditambahkan, se-lama periode tahun 2012 hingga 2015, program bedah rumah terus dilakukan dan semakin meningkat. Rinciannya tahun 2012 sebanyak 8 rumah, tahun 2013 (9 rumah), tahun 2014 (22 rumah), dan tahun 2015 (72 rumah). îDiharapkan pada tahun 2016 jumlahnya se-makin meningkat, baik rumah yang dibedah maupun jumlah donator,î imbuhnya.Selain Parjan, penerima bantuan program dibedah rumah lainya yakni Martanto, 35 , warga peduku-han Pantog Wetan, Banjaroya, Kalibawang. Martanto sendiri hidup bersama sitri dan dua anak balita, kesehariannya hanya seba-gai buruh serabutan dan tergolong keluarga prasejahtera yang sangat mendambakan rumah layak huni.îPak Martanto menerima ban-tuan Rp 10 juta dari BAZNAS Ku-lonprogo,î terang Dukuh Pantog Wetan Subadri. Rumah Martanto dibangun di atas tanah seluas 7,5 x 5,5 meter persegi, terdiri atas tiga kamar dan satu ruang tamu. Pembangunan kini sudah sampai tahap pengecoran. (tom/laz/ong)