MUNGKID – Pemkab Magelang akan menjemput eks-anggota Gafatar yang merupakan warga Kabupaten Magelang dari Asrama Haji Dono-hudan, Boyolali. Penjemputan sembilan orang tersebut akan melibatkan berbagai lembaga Pemkab Magelang. Seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Polres Magelang, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Dis-nakertransos), Dinas Kesehatan, Dinas Per-hubungan, dan lainnya.îSembilan orang akan dijemput pada†Jumat pagi (29/1). Kemungkinan, Jumat sore sudah sampai di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Tanjung milik Disnakertransos,î kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ( Kes bangpol) Kabupaten Magelang Karya Humanita kemarin (28/1).Karya meneruskan, para eks Gafatar ini akan dikarantina selama sehari semalam. Di sana, pemkab akan mendata dan melakukan pem-binaan. Setelah itu mengatur pemulangan mereka. Khusus pembinaan, melibatkan Kemenag, MUI, Polres, dan Kodim secara bersama. îKemenag dan MUI mendampingi mereka secara ritual. Sementara TNI menampinginya melalui bela negara,î katanya.Ia menjelaskan, ke sembilan eks Gafatar tersebut merupakan warga Desa Tirto Kecamatan Grabag, Desa Mantingan Salam, Desa Tanjungsari Windusari, Desa Tirto Grabag. Dari hasil pen-dataan di Donohudan Boyolali, ada tiga nama yang akan pulang ke desa asal mereka. Sedangkan warga lainnya memilih untuk diantar ke Jogjakarta.Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, setelah dijemput dari Boyolali, eks Gafatar akan di tampung di TPA Tanjung Kecamatan Muntilan. Di tempat penampungan mereka akan didata. (ady/hes/ong)