FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
BUTUH DIPERBAIKI: Kondisi jogging trek di Tanggul Kali Kota mulai rusak
MAGELANG – Kondisi jogging trek yang berada di Tanggul Kali Kota mulai terlihat rusak. Padahal, tempat olah-raga baru tersebut belum genap setahun sejak dikenalkan Pemkot Magelang. Terutama di sepanjang Plengkung Badaan sampai kantor PDAM Kota Magelang dengan panjang sekitar 2 kilometer.Masyarakat pecinta jogging yang kerap memanfaatkannya. Termasuk Komunitas Kota Toea Magelang (KTM) yang mengkhawatirkan kerusakan ini menimbulkan dampak negatif bagi tanggul Kali Kota.îSudah sepekan ini ia menyaksikan aneka kerusakan itu. Seperti ada empat dari tujuh seating group yang ambles, karena kondisi tanah urug tidak padat. Seating group merupakan tempat istirahat setelah lelah jogging. Semula nyaman, tapi sekarang tidak enak ketika diduduki. Juga tidak enak dipandang. Karena penuh dengan coretan atau vandalisme,î kata Koordinator KTM Bagus Priyana kemarin (28/1).Ia memaparkan, kondisi permukaan jogging track tidak lagi mulus seperti sebelumnya. Bahkan, beberapa bagian sudah bergelombang dan pembatas pinggir sudah retak. Kerusakan ini tentu mengurangi kenyamanan peng-guna, yang sekarang semakin banyak.îKami ihat ada yang lebih parah. Yakni tanggul Kali Kota diambil tanah-nya untuk membuat lintasan tersebut. Pengambilan tanah itu meninggalkan bekas yang kentara. Kami khawatir, tanggul akan rapuh dan Kali Kota bisa hancur,î paparnya.Kali Kota merupakan landmark Kota Magelang yang bersejarah dengan usia ratusan tahun sejak zaman penjajah Belanda. Bangunan ini berfungsi sebagai saluran irigasi bagi masyarakat.Bagus mengaku, pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun, baik kontraktor yang membuat atau pe-merintah. Pihaknya hanya minta per-hatian pemerintah agar jogging track dan Kali Kota lebih diperhatikan demi kelestarian bangunan cagar budayanya.Senada disampaikan Onil, salah satu warga yang kerap menggunakan lintasan ini kondisinya sudah mulai bergelombang dan tidak enak untuk dipakai lari. (dem/hes/nn)