JOGJA – Kompetisi yang tidak jelas membuat bebe-rapa pemain memilih mengikuti turnamen diluar DIJ untuk mencari pemasukan. Nah, akibatnya sku-ad sepak bola Pra-PON DIJ terpencar-pencar.Namun, Pelatih Tim Sepak Bola Pra-PON DIJ Seto Nu diyantara yakin skuadnya bisa dikumpulkan da-lam waktu cepat. Sebab, para pemain yang bermain da lam turnamen jumlahnya tidak lebih dari setengah skuad. îKabar yang beredar manajemen akan me-ngum pulkan pemain minggu depan. Saya yakin da lam waktu dekat bisa segera kumpul,î Seto.Dia menyebut sejumlah pemain yang ikut tur na-men di luar Jogja seperti ke Jambi, Bali dan bah kan ada yang bermain di luar negeri, Timor Leste. Hanya saja, dengan komitmen diawal para pemain di pas-ti kan akan kembali bila keikutsertaan tim Pra-PON DIJ sudah jelas. îPara pemain sudah bilang akan segera kembali ke Jogja kalau memang sudah ada ke pastian tim berlatih lagi,î jelasnya.Namun, pasca keputusan tim sepak bola DIJ te tap be rangkat ke Pra-PON usai pertemuan Asprov PSSI DIJ dengan KONI DIJ, Seto mengaku, belum di hu-bung i oleh pihak Asprov maupun manajemen tim. Ka rena itu, dia pun belum akan menghubungi Sunni Hizbulah cs berkumpul kembali. îTa kut nya nanti menjadi beban saya ,jika ternyata di ba tal kan kembali. Lagi pula saya yakin anak-anak ju ga sudah tahu dari pemberitaan media massa,î je lasnya.Terkait dengan kondisi fisik anak asuhnya, Seto pun tidak terlalu mengkhawatirkannya. Ikutnya be be ra pa pemain dalam berbagai turnamen secara tidak langsung bisa menjaga fisik mereka.Menurutnya, fisik pemain yang ikut turnamen- turnamen pastinya terjaga dan kalau pun turun ti dak terlalu jauh. Sehingga mudah ditingkatkan la gi. îKeuntungannya mereka masih baik fisiknya, nan-ti hanya diasah kekompakan,î jelasnya.Seperti diketahui ditundanya Pra-PON yang sem-pat di gelar di Semarang akhir 2015 lalu memang tak mem buat manajemen tim sepak bola DIJ membu-barkan skuad. Hanya, Asprov lebih memilih meli-burkan pemain dari latihan. Akibat tidak ada kegia-tan ini para pemain memilih untuk mencari aktifitas.Wakil Manajer Tim Pra-PON DIJ Edyanto menyebut pihaknya memilih meliburkan pemain dikarenakan belum ada kejelasan mengenai kelanjutan kualifi-kasi Pra-PON. Sebab, bila tetap dilanjutkan akan menghabiskan anggaran. îPadahal anggaran untuk persiapan Pra-PON sudah defisit. Bila ada pemain yang mencari pemasukan melalui turnamen kami tidak bisa mencegah. Sebab itu hak mereka,î tan-dasnya. (bhn/din/ong)