JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan untuk me-ningkatkan koordinasi an-tara program provinsi dengan kabupaten dan kota di DIJ. Terutama terkait sharing ang-garan dari APBD Provinsi ke kabupaten/kota.îAda program spesial di kabupaten/kota tapi belum tentu berkorelasi dengan pro-gram provinsi. Mungkin hal yang seperti ini bisa dikoordinasikan lebih lanjut,î ujar HB X saat moni-toring dan evaluasi (Monev) serapan APBD DIJ triwulan IV 2015 Tim eva luasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra) kemarin (28/1). Menurut dia, koordinasi provinsi dengan kabupaten/Kota perlu ditingkatkan. HB X mengatakan, sebenarnya setiap tahun sudah ada tema yang ditetapkan untuk APBD DIJ, dan setiap kabupaten/kota juga memiliki sub tema. Tetapi, lanjut HB X, sub tema tersebut bukan berarti sekadar menyetu-jui sharing anggaran se-suai permintaan kabupaten/kota. Tapi harus didialogkan lebih intensif. îHarus ada bentuk prioritas yang memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi,î jelasnya.Untuk itu raja Keraton Jogja ini meng-harapkan program yang disusun bukan hanya yang sekali jadi, tapi berkelanjutan. HB X berharap terutama untuk kegiatan-kegiatan tahun jamak bisa memberikan nilai investasi. Untuk pembiayaanya juga bisa dibiayai bersama, provinsi dan kabupaten/kota.Suami GKR Hemas itu juga sempat me-nyentil tentang penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) yang belum banyak dirasa keberadaanya oleh masyarakat. Ia mencontohkan seperti untuk kegiatan Danais bidang kebudayaan, harusnya jangan hanya melaksanakan sekali pentas terus selesai. Harus bisa memberikan implikasi ekonomi. îHarus berkontribusi pada ekonomi budaya. Misalnya memperlama tinggal wisatawan. Budaya tidak hanya identik dengan seni dan tradisi,î tuturnya.Sementara itu ekonom dari Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja Murti Lestari, dalam paparanya juga menekankan supaya kabupaten/kota diberi ruang untuk menentukan program. Tapi ia mengingatkan agar program yang disusun tersebut harus disesuaikan target yang dimiliki provinsi. (pra/laz/ong)