MAGELANG – Setelah dijadikan tersangka, Polres Magelang Kota melakukan penahanan terhadap Saptadi Nugraha, 40, warga Jalan Adhyaksa B/C-43 RT 002 RW 005, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan. Pria yang kini tinggal di Kampung Kebonsari No 52, Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara ter-sebut adalah tersangka kepe-milikan senjata api (senpi) ilegal. îSaptadi telah kami lakukan penahanan. Penahanan di lakukan sejak Rabu malam (27/1),î kata Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto didampingi Kasat Reskrim AKP I Wayan Suhendar kemarin (28/1).Menurut Kapolres, masa pe-nahanan untuk tahap pertama selama 20 hari. Pihaknya, ber-harap sebelum masa per-panjangan penahanan, berkas berkara segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ma-gelang. Perbuatan tersebut di-jerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.îPertama penahanan selama 20 hari, nanti kalau masa pe-nahanan habis kami lakukan perpanjangan lagi,î paparnya.Polres Magelang Kota masih berkutat pada persoalan ke-pemilikan senpi ilegal. Mereka belum melangkah lebih jauh terhadap kemungkinan tindak kriminal lain. Mengingat saat ini, mereka fokus dengan masalah UU Darurat. îKami buktikan satu per satu dulu,î ujar Kapolres.†††Sebelumnya, Polres Magelang Kota mengaitkan kasus senjata ini dengan agenda penting berupa Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Borobudur, Jumat (29/1) dan kemungkinan ada keterkaitan dengan aksi terorisme† akhir-akhir ini. îIya, kami memang mengarah ke sana. Sementara kami fokus soal kepemilikan senpi dulu,î tegasnya.Pengungkapan kasus senpi berasal dari adanya informasi jaringan intel yang ditindak lanjuti para intel Kodim 0705/Magelang di bawah Pimpinan Pasi Intel Lettu (Inf) IK Kukuh SSos. Informasi yang beredar di kalangan Intelejen TNI AD ada pengiriman amunisi kaliber 22 sebanyak 100 butir ke alamat Saptadi Nugraha di Jalan Kebun-sari Menowo dan amunisi telah diamankan di Polsek Klojen Malang, Jawa Timur. Petugas intel menyelidiki dan hasilnya Saptadi Nugraha me-ngakui soal pemesanan amunisi tersebut pada Andri Suartama di Palembang melalui media sosial. (dem/hes/ong)