DWI AGUS/RADAR JOGJA
SETIAP BULAN: Setelah menterjemahkan naskah kuni, Museum Sonobudoyo berupaya melestarikan dengan cara macapatan. Pilihan itu karena digemari masyarakat.
JOGJA ñ Koleksi naskah Jawa kuno yang di miliki Museum Negeri Sonobudoyo Jog ja karta mencapai ratusan. Beragam upa ya dilakukan untuk mengenalkan nas kah pada masyarakat umum. Salah satu nya dikemas dalam wujud macapat-an yang digelar setiap bulan.Naskah-naskah yang masih dalam wu-jud aksara Jawa ini terlebih dahulu diter-je mahkan. Meski tak semua naskah, be be rapa telah hadir dalam tulisan latin. Bah kan, ada naskah-naskah Jawa yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.îKoleksi naskah Jawa kuno di museum ini sangat banyak. Masih dalam aksara Jawa dan telah kami terjemahkan. Baik itu dalam bahasa Jawa atau bahasa In-do nesia,î kata Kepala Seksi Bimbingan In formasi dan Preparasi Museum Ne-geri Sonobudoyo Dwi Agung Hernanto, Minggu malam (24/1).Agung menjelaskan, buku-buku ini ti-dak seluruhnya diterjemahkan. Be be ra-pa di antaranya belum diketahui pasti na ma penulis dan tahun dibuatnya. Mes-ki begitu, museum berupaya melestari-kan dengan cara macapatan.Dipilihnya macapat, karena digemari ma sya rakat. Tujuannya agar masyarakat bi sa mengetahui naskah-naskah kuno. U nik nya tidak seluruh isi buku bisa di-ma ca patkan. îKalau masyarakat ingin mengetahui isi lengkapnya bisa mengunjungi mu se-um. Saat macapat, orang tidak ha nya mem baca. Tapi juga memahami i si da-ri tulisan ini. Di mana memiliki makna, ni lai, dan pelajaran untuk kehidupan,î je las nya.Upaya pelestarian ini terangkum da lam Reaktualisasi Naskah Mocopatan Mu-seum Negeri Sonobudoyo. Kegiatan ini berlangsung sejak 2014 dan digelar rutin tiap bulan.Tahun ini, Sonobudoyo merencanakan 22 kali pertemuan hingga akhir 2016. Tahun ini, kegiatan ini perdana digelar Minggu malam (24/1) di pendopo Timur museum dan dihadiri 75 pecinta maca-patan dari seluruh Jogjakarta. Mereka mem bawakan naskah dari buku Tapel Adam.Pengampu kegiatan macapatan Drs. Pardiyono berharap, masyarakat akan belajar nilai-nilai naskah. Tapel Adam berisi sejarah dan nilai-nilai zaman ke-lahiran nabi Adam. Di dalamnya ter-kandung pesan arif yang tepat di te rap kan dalam kehidupan saat ini.îTujuan utama melestarikan naskah, la lu dikemas dalam macapat. Naskah i ni disadur pada 1894 oleh Pangeran Ha rio Sosroningrat. Bentuknya puisi, bu kan naskah prosa, sehingga pas jika di gen dingkan,î jelasnya.Namun, kegiatan ini hanya diikuti pe-les tari sepuh. Di mana seluruh peng ga-wa nya berumur dan tidak lagi muda. Par diyono berharap kegiatan tersebut di ikuti generasi muda. Baik dari kalangan aka demisi, seniman, maupun masyara-kat umum.(dwi/hes/ong)