MUNGKID – Pemkab Magelang memulangkan para anggota eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke keluarganya. Mereka dipulangkan setelah sehari semalam dikarantina di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Tanjung, Muntilan. Mereka yang dipulangkan ada 16 orang.Sebelum dikarantina di TEA Tanjung, Pemkab Magelang menjemput mereka di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Penjemputan dilang-sungkan Jumat pagi yang dipimpin Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Magelang Karya Humanita. Turut menjemput, di antaranya perwakilan dari Polres Magelang, Satpol PP, Unit Kesehatan dan TNI-Polri.Awalnya, Pemkab Magelang akan menjemput sembilan orang eks Gafatar dari Kabupaten Magelang. Namun setelah di lokasi, anggota eks Gafatar yang merupakan warga Kabupaten Magelang bertambah menjadi 16 orang. Mereka merupakan warga dari berbagai kecamatan. “Mereka dikarantina sehari semalam di TEA Tanjung,” kata Karya Humanita.Selama dikarantina pemkab melakukan pembinaan, setelah itu Sabtu (30/1) mereka dipulangkan. Selama pembinaan Kemenag, MUI, Polres, dan Kodim dilibatkan secara bersama. “Kemenag dan MUI mendampingi mereka secara ritual,” katanya.Sebanyak 16 eks anggota Gafatar itu adalah warga Desa Tirto (Kecamatan Grabag), Desa Mantingan (Salam), Desa Tanjungsari (Ke-camatan Windusari) dan ada dari Kecamatan Mertoyudan. Selain itu ada juga tambahan dari warga Desa Sangen (Kecamatan Kajoran). Selain kembali ke Magelang, di antara mereka juga ada yang dijemput keluarganya ke Jogja. “Kami terus melakukan pendataan,” katanya.Sementara Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, polisi juga ber-koordinasi dengan keluarga dan perangkat desa, agar tidak ada aksi penolakan dari warga saat anggota eks Gafatar itu kembali ke kampungnya. (ady/laz/ong)