BANTUL – Bagi pemegang e-KTP keluaran pertama tidak perlu khawatir untuk segera memper-panjang. Sekalipun ada masa berlaku hingga 2017 yang tertera pada kartu tanda pengenal ke-pendudukan elektronik tersebut.Imbauan ini dikeluarkan Ke-pala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Fenti Yusdayanti menyusul me-rebaknya berbagai informasi seputar perpanjangan e-KTP melalui pesan broadcast Whats-app dan BlackBerry Messenger. “Di WA ada informasi harus diperpanjang. Harus ngurus ini itu,” terang Fenti di ruang ker-janya, akhir pekan lalu. Fenti menegaskan, e-KTP ber-laku seumur hidup. Sekalipun ada masa berlaku yang tertera hingga 2017. Untuk memper-mudah pemegang e-KTP kelu-aran pertama, Disdukcapil telah memberikan surat edaran ke sejumlah lembaga. Misalnya, kecamatan, kepolisian, per-bankan, hingga imigrasi. Itu dengan tujuan agar pemegang e-KTP keluaran pertama tetap dapat memeroleh berbagai ke-mudahan ketika mengurus ad-ministrasi. “E-KTP baru harus diubah ketika ada perubahan data seperti kawin,” ujarnya.Bekas Kepala DPPKAD ini mene-ngarai merebaknya informasi se-putar perpanjangan e-KTP kelua-ran pertama dihembuskan pihak-pihak yang ingin mengambil ke-untungan pribadi seperti calo. Fenti juga mengungkapkan, Dis-dukcapil ingin menelurkan program pembuatan e-KTP secara mobile.

Proses perekaman hingga pence-takan dapat ditunggu di lokasi karena hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit. Ini sebagai bentuk langkah Disdukcapil mem-permudah masyarakat dengan menjemput bola di lapangan. Namun demikian, ada kendala yang ditemui Disdukcapil untuk merealisasikan program ini. Yaitu, ketersediaan fasilitas mobil. “Harga mobilnya mahal sekitar Rp 800 juta. Mirip mobil pem-buatan SIM keliling itu,” jelasnya.Selama ini, kata Fenti, petugas Disdukcapil sebenarnya telah melakukan jemput bola dengan melakukan perekaman e-KTP dari satu wilayah ke wilayah lain-nya. Hanya saja, proses pencetakan baru dapat dilakukan setelah sang petugas sampai di kantor. “Muter pakai sepeda motor,” ucapnya.Selain e-KTP, ketersediaan mobil tersebut juga dapat di-manfaatkan untuk pembuatan akta kelahiran. Sebagaimana e-KTP, pembuatan akta kelahiran juga dapat ditunggu. “Selama saya ikut mobile bersama teman-teman bisa langsung jadi karena pakai cap basah,” ungkapnya.Bahkan, Fenti melanjutkan, dengan mobil keliling Disduk-capil siap melayani pembuatan e-KTP dan akta kelahiran di seluruh lokasi yang diinginkan. “Kami siap beroperasi saat acara car free day kalau memang diagendakan,” tandasnya.Sekretaris Komisi A DPRD Bantul Gayuh Pramuditha me-nyambut baik rencana program pembuatan E-KTP dan akta ke-lahiran keliling. Tetapi, untuk pengadaan fasilitas tidak dapat dilakukan serta-merta. Harus mempertimbangkan kondisi ke-uangan daerah. “Akan kita upaya-kan anggaran pengadaannya nanti,” tuturnya. (zam/din/ong)